ARASYNEWS.COM – Jorong Gunung Bungsu Nagari Batipuah Baruah Kecamatan Batipuh dikenal sebagai objek wisata baru air terjun Puti Baliriang dan jaraknya sekitar 500 meter dari Goa Gunung Bungsu.
Objek wisata ini berjarak sekitar satu kilometer dari jalan utama menuju dari Jorong Gunung Bungsu dan untuk menuju Nagari Gunung Bungsu.
Untuk mencapai lokasi ini, para travelers dapat melewati Nagari Tambangan Kecamatan X dan juga dari Jorong Payo Rapuiah. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini masih jalan setapak dan cukup sulit untuk dilalui. Area ini jika dilihat merupakan area perbatasan kabupaten Tanah Datar dengan Padang Panjang.
Di area ini, terlihat adalah air terjun dengan ketinggian sekitar 60 meter. Air terjun tersebut diberi nama air terjun Puti Baliriang. Dibawah air terjun tersebut terdapat kolam alam besar yang dapat dimanfaatkan untuk berenang-renang.

Selain keberadaan air terjun di Jorong Gunung Bungsu ini juga terdapat sebuah goa batu purba yang disebut-sebut sebagai situs megalit. Bagi masyarakat setempat, goa ini dikenal dengan nama Goa Puti Baliriang.
Kata masyarakat setempat, berdasarkan cerita turun temurun, mengatakan goa di Gunung Bungsu ini telah berusia ribuan tahun. Awalnya goa ini merupakan rumah raja-raja.
Konon kabarnya gua tersebut adalah sebuah Rumah gadang (sebutan rumah adat Minang kabau). Entah mengapa rumah gadang tersebut berubah menjadi gua batu.
Dalam cerita turun temurun, menjelaskan dahulunya tempat ini (goa Puti Baliriang) adalah tempat sebuah rumah gadang milik seseorang dengan nama ibunya Puti Baliriang. Rumah gadang itu berubah menjadi gua batu karena sumpah oleh Puti Baliriang sebagai seorang ibu. Hal itu disebabkan karena ada kesalahan dari ahli keluarga pada Puti Baliriang.
“Goa dengan tiga tingkat ini, dulunya adalah sebuah Rumah Gadang yang dihuni oleh seorang wanita bernama Inyiak Talingo Laweh. Dinamakan Inyiak Talingo Laweh karena wanita ini memiliki telinga yang sangat lebar. Anak dari Inyiak Talingo Laweh merasa malu memilki Ibu yang memiliki telinga sangat lebar. Maka, di hari pernikahannya, sang anak mengurung Inyiak Talingo Laweh di dalam kamar untuk menghindari rasa malu. Hal inilah yang memancing kemarahan sang Ibu hingga kutukannya pun keluar. Alhasil, jadilah Rumah Gadang, beserta segala makhluk dan benda yang ada di dalamnya menjelma menjadi batu dalam seketika,” dikutip dalam keterangan warga setempat.

Terdapat beberapa tingkat di dalam goa ini, didalamnya ada berbagai bentuk alat rumah tangga yang sudah jadi batu. Ada tempat tidur, tempat duduk, alat-alat dapur dan sebagainya. Beberapa pintu di dalam gua itu juga sudah mulai menyempit.
Dinding-dinding goa juga sudah diselimuti banyak lumut. Dan dibeberapa bagian dinding goa terdapat tetesan air yang membentuk stalagtit dan stalakmit.
Cahaya matahari hanya sedikit bisa memasuki goa ini. Dan aroma mistis pun juga terpancar dari goa yang bertingkat tiga ini. Namun, tak semua bagian dari goa ini bisa disusuri dan dinikmati keeksotisannya.
Selain itu benda yang ada yang dikatakan telah berubah menjadi batu pun dapat disaksikan di dalam goa ini. Pada tingkat satu terdapat sebuah batu yang berbentuk kucing dengan ekor yang tengah melingkar.

Kemudian, agak ke dalam sedikit, sebuah batu yang menyerupai kincir air pun akan juga terlihat.
Sementara itu, di tingkat tiga goa ini, terdapat sebuah celah agar bisa masuk ke dalam goa. Sebuah batu yang terlihat seperti kasur atau tempat tidur.
Waktu telah menjadikan beberapa ruang di dalam goa ini menjadi sulit dijangkau. Hanya beberapa ruangan di tingkat satu dan tingkat tiga saja yang bisa disaksikan keunikannya.
Sementara itu, batu-batu goa yang rapat dan tumbuhan telah menutup jalan menuju ruang-ruang lain di goa yang bertempat di Gunung Bungsu, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar ini. []