Luhut Singgung Biaya Internet di Indonesia Mahal, Jaringan Tidak Merata, dan Sulit Dijangkau

ARASYNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengakui selain jaringan yang sulit di Indonesia, harga internet juga sulit dijangkau masyarakat menengah kebawah. Dan ini menjadi hambatan dalam kemajuan dan perkembangan ekonomi digital.

“Kesenjangan internet juga terjadi karena biaya yang mahal, memungkinkan internet hanya bisa diakses mereka yang mampu secara ekonomi. Hal ini yang harus diselesaikan pemerintah,” kata Luhut, dikutip dari YouTube Jasa Keuangan, dalam acara Indonesia Fintech Summit 2021, dikutip pada Selasa (14/12/2021)

Luhut juga menyinggung provider yang masih menyediakan kecepatan internet yang masih tergolong rendah, jaringan yang belum merata, terutama di daerah pinggiran dan pelosok. Bahkan jaringan kerap terganggu akibat cuaca.

“Akses layanan telekomunikasi masih belum menjangkau semua desa di Indonesia. Selain itu rendahnya tingkat kecepatan jaringan juga menjadi kendala dalam menumbuhkan ekonomi digital,” kata Luhut.

Untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, semua pihak bersama pemerintah harus bekerja sama menyelesaikan masalah ini.

“Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama. Bukan hanya pemerintah, namun juga dorongan dari asosiasi. Pemerintah juga harus akan terus mendorong mengatasi kesenjangan digital yang terjadi. Jangan hanya cari keuntungan saja,” ucap Luhut.

Tarif internet kabel di Indonesia memang masih terbilang mahal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Menurut analisis yang dilakukan portal diskon CupoNation Indonesia pada 2019, negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina menerapkan tarif internet kabel per Mbps yang lebih murah ketimbang di Indonesia.

Selain itu, kecepatan internet di empat negara tersebut lebih tinggi dibanding di Indonesia. Berdasarkan hasil studi tersebut, Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu menawarkan koneksi internet berbasis fiber dengan kecepatan maksimal hingga 2 Gbps.

Berikut daftar negara yang menawarkan koneksi internet berbasis fiber berdasarkan kecepatan tertinggi.

Singapura: 2 Gbps
Malaysia: 1 Gbps
Filipina: 1 Gbps
Thailand: 500 Mbps
Indonesia: 200 Mbps
Kamboja: 30 Mbps

Tarif layanan dan paket yang ditawarkan oleh sejumlah penyedia internet bervariasi dan sesuai dengan tingkat kecepatan koneksi yang diberikan. Studi CupoNation ini juga mengungkap kisaran harga per Mbps untuk setiap negara yang masuk dalam daftar survei.

Daftar tarif internet di setiap negara ini dibuat berdasarkan 13 internet provider terbesar di 6 negara Asia Tenggara, seperti Singtel di Singapura, UniFi di Malaysia, dan IndiHome di Indonesia.

Studi ini memperlihatkan semakin tinggi kecepatan koneksi yang ditawarkan maka tarif kecepatan internet per Mbps-nya pun semakin rendah.

Berikut rinciannya.

Singapura: Rp 325 – Rp 628 per Mbps
Malaysia: Rp 677 – Rp 8.959 per Mbps
Thailand: Rp 1.080 – Rp 7.487 per Mbps
Filipina: Rp 2.602 – Rp 35.586 per Mbps
Indonesia: Rp 14.895 – Rp 43.500 per Mbps
Kamboja: Rp 18.769 – Rp 70.385 per Mbps

Adapun kisaran biaya kecepatan koneksi internet per Mbps ini dihitung oleh CupoNation berdasarkan tarif bulanan dan kecepatan koneksi yang ditawarkan oleh masing-masing internet provider.

13 internet provider dalam studi ini dipilih berdasarkan penyedia layanan internet terbesar di masing-masing negara.

Semua paket internet berbasis bulanan sudah termasuk layanan internet kabel dan WiFi berdasarkan tarif dari laman resmi masing-masing provider yang diakses pada 10 April 2019 oleh CupoNation. []

You May Also Like