Mantan Menlu Malaysia Tegur Keras Mendagri Tito Karnavian : Belajar Adab Dulu Sebelum Bicara

ARASYNEWS.COM – Pernyataan menteri dalam negeri, Tito Karnavian terkait bantuan Malaysia untuk korban banjir di Aceh mendapat kritik keras dari Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim.

Diketahui, dalam podcast Suara Lokal Mengglobal, Tito menyebut bantuan medis yang dikirim Malaysia untuk korban bencana di Aceh yang senilai kurang dari Rp 1 Miliar itu tidak seberapa dibandingkan dengan sumber daya penggalangan bencana Indonesia.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial dan disebarluaskan berkali-kali, mantan menteri luar negeri Malaysia itu menyebut pernyataan Tito Karnavian itu tidak pantas dikatakan sebagai seorang menteri. Ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan seharusnya dilihat dari niat dan manfaatnya, bukan semata nilai nominal.

”Reaksi Menteri Dalam Negeri dari negara lain yang menyatakan bahwa donasi sebesar 60 ribu USD itu untuk meringankan penderitaan Aceh dan daerah lain diumumkan sebagai hal kecil dan donasi yang tidak pantas. Ini tidak sopan, padahal jika suatu gerakan atau tetangga membantu meskipun jumlahnya besar, apalagi 60 ribu USD, jika donasi sebesar 60 ringgit saja, seharusnya ada yang bersyukur,” kata dia dalam bahasa Malaysia, yang dikutip pada Jum’at (19/12).

Mantan menteri luar negeri Malaysia itu juga secara tegas meminta Tito Karnavian untuk bisa belajar berkomunikasi yang baik di depan publik.

”Dengan pernyataan publik yang menunjukkan kepada dunia bahwa Malaysia hanya berkontribusi sedikit dalam bentuk 60 ribu USD, menteri yang bersangkutan diharapkan untuk belajar terlebih dahulu dalam hal ucapan, komunikasi, atau bahasa kepada tetangga. Dan ini seharusnya dijadikan sebagai pedoman yang baik,” kata dia.

Tan Sri Rais juga menyebut bahwa pernyataan yang disampaikan secara terbuka Tito Karnavian kepada dunia, seolah-olah Malaysia hanya menyumbang sedikit dengan angka 60 ribu dolar AS, menunjukkan kurangnya pemahaman dalam memilih kata, berkomunikasi, dan menjaga bahasa terhadap negara tetangga. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran dan pedoman yang baik ke depannya.

Beliau bahkan kembali mengenang masa kepemimpinan presiden Soeharto, yang pada masa dahulu, setiap ada program kerja sama antara kedua negara, presiden RI kedua itu selalu menyampaikan rasa terima kasih dan dengan senyum.

Pernah suatu ketika, kata Tan Sri Rais negara bagian Johor memberikan bantuan ke Jakarta yang sedang tertimpa musibah hanya berupa beberapa bungkus beras, kue, dan sejenisnya. Namun saat itu, Presiden Soeharto tetap mengucapkan terima kasih.

Tanggapan Mendagri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait hal tersebut, menyebutkan bahwa ia tidak pernah berniat mengecilkan bantuan dan dukungan warga maupun pemerintah Malaysia kepada korban bencana di Aceh. Meskipun sebagaimana diketahui bahwa itu pernah terucap olehnya pasca adanya bantuan dari Malaysia.

Tito di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jum’at 19 Desember 2025, menyusul viralnya pernyataan mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Tan Sri Rais Yatim yang menyatakan kecewa dengan komentar yang dinilai meremehkan bantuan tersebut.

“Pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu,” katanya.

Dan akhirnya, Mendagri Tito secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya menimbulkan kesan negatif.

“Saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan bantuan dan dukungan dari saudara-saudara kita di Malaysia. Kalau ada yang salah paham, saya minta maaf,” ujar Tito.

Ia menegaskan hubungan personal dan profesionalnya dengan Malaysia telah terjalin sangat panjang dan erat, sejak kerja sama pasca bom Bali, saat dirinya masih aktif di kepolisian, Densus 88, hingga menjabat Kapolri dan kini Mendagri.

[]

sc. viva

You May Also Like