BRIN Minta Maaf, Lambung Garuda Tak Sesuai, Diduga Dibuat AI

ARASYNEWS.COM — Berbagai ucapan disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila. Ini menjadi momen refleksi untuk mengenang nilai-nilai yang menyatukan masyarakat Indonesia di segala keberagaman.

Momentum ini dibuat dengan berbagai cara, dan salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan, yakni teknologi yang dirancang agar komputer dan mesin mampu meniru kemampuan intelektual manusia.

Hanya saja, hasil yang dibuat ternyata perlu diteliti kembali karena ada yang tidak sesuai. Dan ini terlihat terjadi dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Alhasil, unggahan yang sebelumnya di-posting akhirnya membuat BRIN menyampaikan permohonan maafnya.

BRIN diketahui salah membuat poster ucapan Hari Lahir Pancasila.

Kesalahan tersebut terletak pada Lambang Garuda, yang memiliki 15 dan 16 helai bulu sayap dan 7 helai bulu pada ekor.

Sementara, Lambang Garuda memiliki masing-masing 17 helai bulu pada kedua sisi sayap dan 8 helai bulu pada ekor sesuai kaidah yang berlaku.

Di samping itu, lambang kepala banteng dan pohon beringin yang ada di perisai Garuda pun tampak tidak sempurna.

Kesalahan tersebut pun menjadi sorotan warganet, dan diduga BRIN menggunakan kecerdasan artifisial (AI) untuk mengolah poster ucapan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni.

Menindaklanjuti kesalahan tersebut, BRIN pun menyampaikan permohonan maaf dan menurunkan poster sebelumnya dan menggantinya dengan poster ucapan baru.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan. Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” bunyi keterangan di akun @brin_indonesia platform X, Senin, (1/6).

[]

Next Post

No more post

You May Also Like