Lubang Vertikal yang Tersebar di Wilayah Sumatera Barat

ARASYNEWS.COM – Lubang di perbukitan atau Gua secara umum ada yang terbentuk secara alami dan ada juga yang dengan bantuan tenaga manusia ataupun alat.

Gua atau lubang terbagi dua yakni gua horizontal dan vertikal. Di antara dua ini, keindahan hasil ciptaan Allah SWT, pemandangan di dalamnya pada dasarnya sama, banyak ditemukan tanah, bebatuan dengan segala jenisnya, hingga stalagtit dan stalakmit.

Hanya saja yang membedakan masuk ke dalam gua atau lubang adalah aksesnya.

Gua yang terbentuk secara vertikal jalan masuknya lebih sulit dan harus mempergunakan alat khusus.

Untuk di Sumatera Barat, ternyata ada beberapa gua yang bagian dalamnya vertikal, diantaranya Gua Lida Ajer yang berada di nagari Situjuah Limo Nagari.

Gua ini merupakan gua bersejarah dan dahulunya sebagai tempat tinggal manusia purba, ditemukan sisa manusia purba tertua di Asia Tenggara dan menjadi cagar budaya nasional. Diyakini pernah dihuni Homo Sapiens.

Juga ada Ngalau Kalam, terletak di Jorong Durian, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan merupakan bagian dari destinasi wisata alam yang masih alami di daerah tersebut, sering disebut sebagai bagian dari potensi wisata Ngalau Tarang yang terkenal di Kamang.

Selain itu ada juga Gua Ngalau Indah di Payakumbuh, dengan stalaktit dan stalagmit unik yang ada di dalamnya yang unik dengan batuan berbentuk kerucut dan lonceng, memberikan pantulan suara merdu.

Ada juga Ngalau Kapalo Guo di wilayah Sawahlunto, yang menurut catatannya memiliki kedalaman yang signifikan. Gua ini telah dipetakan dengan kedalaman sekitar 66 meter dan memiliki formasi batu gamping karbon dan permian yang menarik, dipelajari oleh tim geologi UNP.

Ada juga Ngalau Lakuak dengan geologi khas. Ada di area Geopark Sawahlunto, gua ini memiliki kedalaman sekitar 55 meter dengan formasi geologi unik seperti intrusi granit dan basalt, serta sesar minor.

Semuanya menawarkan pengalaman eksplorasi gua yang beragam, dan seringkali melibatkan teknik susur gua dan pemetaan.

Dan selain gua, ada juga lubang-lubang yang tersebar di wilayah Bukittinggi, yang dikenal sebagai bekas pertahanan militer pada masa penjajahan Jepang. Seperti di Bukittinggi yang dikenal dengan Lubang Jepang. Memiliki panjang ratusan meter dan berliku. Akses masuknya cukup mudah karena ada anak tangga. Menjadi destinasi wisata sejarah populer di dekat Ngarai Sianok.

[]

You May Also Like