ARASYNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota mempunyai keindahan alam tersendiri. Keberadaan tebing-tebing yang menjulang tinggi membuat setiap orang yang datang ke kawasan ini tak lepas dari syukur kita atas ciptaan Allah SWT.
Datang ke kawasan ini, bagi para pecinta panjat tebing akan terasa sangat menantang untuk mencoba andrenalin menaklukkan tebing-tebing yang masih alami yang menjulang puluhan hingga ratusan meter ini.
Di kawasan ini, ada satu tempat yang menarik, yakni Tebing Echo. Dan di dekat tebing ini ada sebuah lubang yang dangkal. Jika dilihat secara seksama, lubang ini mirip dengan jejak telapak kaki.
Beberapa warga setempat meyakini itu sebagai bekas tapak kaki Nabi Nuh.
Dikutip dari kabarantau, orang tetua dan mantan guide profesional di Harau, bernama Syamsuar, mengungkapkan jejak itu berasal dari cerita legenda yang terjadi saat lembah Harau masih berupa lautan.
“Dahulu, kapal Nabi berada di sebuah batu yang masih disebut Batu Tambatan. Saat Nabi hendak turun, kapalnya oleng hingga kakinya berjejal dan terbenam ke dinding,” dikutip dalam keterangannya Syamsuar.
“Akibatnya, terbentuklah jejak kaki itu dan masih abadi tersimpan di balik terjalnya dinding Harau. Panjangnya sekitar 50 centimeter dan kedalamannya sekitar lima centimeter, itu tapak kaki kiri. Tapi ini masih misterius hingga kini,” jelasnya.
Selain itu, di sekitar bekas tapak itu, disebutkannya juga terdapat tulisan Arab yang tak diketahui maknanya.
“Ada juga tertulis angka 3725, dibuat Belanda. Entah apa maksudnya,” tambahnya.
Selain itu, Syamsuar juga mengungkapkan, di Harau juga ada ditemukan jejak serupa, yang lokasinya berada di Simalanggang, di kabupaten Limapuluh Kota.
Lokasi jejak misterius yang satu ini berada di tengah tebing, dibalik sebuah batu yang disebut Tambatan Perahu.
Hanya saja untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan tekad dan tenaga yang ekstra kuat.

Dikutip dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, tentang adanya lubang yang mirip bekas jejak telapak kaki ini bisa saja terbentuk karena proses alamiah.
Pembentukan ini adalah karena pelapukan bebatuan yang kebetulan berbentuk mirip telapak kaki.
Sedangkan tentang wilayah Lembah Harau yang dahulunya merupakan bekas perairan, hal itu juga tidak bisa dipungkiri. Disebutkan bahkan saat dahulu merupakan perairan atau lautan yang terangkat sehingga membentuk danau purba. Dan sisa-sisanya masih dapat kita lihat di tebing-tebing. Dan perairan ini, juga sampai ke wilayah Baso hingga ke Kamang di kabupaten Agam. []