ARASYNEWS.COM – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana merasa heran dengan data dari pemerintah di pusat dan daerah terkait jumlah tenaga honorer yang ada, bahwa adanya tenaga honorer yang fiktif.
Selain itu, kabar terbaru yang ia dapatkan juga terdapat 5.943 honorer yang mendapatkan gaji lebih dari Rp 10 juta per bulan.
Dia merasa heran melihat laporan gaji non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menunjukkan gap yang sangat tinggi itu. Pasalnya di sisi lain, ada sebanyak 261.023 tenaga honorer yang tidak mendapatkan gaji resmi sama sekali.
“Dari sisi gajinya, ini gajinya agak aneh juga ada yang di atas 10 juta, non ASN di atas 10 juta ada 5.943 orang, tapi ada juga yang tidak punya gaji sama sekali, kosong, ini juga agak mengherankan kenapa mereka bekerja sebagai non ASN tapi tidak bergaji sama sekali ada 261.023,” paparnya dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, pada Senin kemarin.
Ia juga mengatakan, sebanyak 261.023 tenaga honorer yang tidak mendapatkan gaji resmi anggaran pengganjiannya tidak bersumber pada anggaran resmi. Oleh karena itu, tidak bisa didata nominal pasti gajinya.
Tak hanya itu, Bima juga mendapat laporan kejanggalan dalam laporan jumlah tenaga honorer non ASN. Dan untuk hal itu akan dilakukannya penelusuran untuk mendapat data yang valid. []