Elon Musk dan Sepupunya Alami Gejala yang Fatal Usai Vaksin Booster Kedua

ARASYNEWS.COM – Kabar tidak menyenangkan datang dari CEO Twitter dan Tesla, Elon Musk. Ia mendapat hal yang terduga dan mengkhawatirkan usai menerima vaksin Covid-19.

Dikatakan, ia sempat sekarat dan istirahat beberapa hari akibat efek samping yang kuat yang ditimbulkan pasca suntikan kedua yang memperkuat imun. Hak itu ia sampaikan melalui tweet-nya.

“Saya mengalami efek samping yang besar dari suntikan penguat kedua saya. Saya merasa seperti sekarat selama beberapa hari. Mudah-mudahan tidak ada kerusakan permanen, tapi saya tidak tahu,” kata Musk dikutip dari Foxbusiness.

ia sendiri memang telah kerap dan mengkritik berkali-kali tentang pandemi Covid-19 ini. Hanya saja, ia tetap menjalankan prosedur dari pemerintah.

Musk menjelaskan bahwa bukan pilihannya untuk mendapatkan booster kedua tetapi merupakan persyaratan untuk mengunjungi lokasi Tesla di Berlin, Jerman.

Dikatakan Musk, bahwa hal yang tidak seperti ini tidak didapat saat penguat mRNA pertama yang baik-baik saja, tetapi yang kedua menghancurkan dirinya.

Bukan hanya dirinya, tetapi sepupunya juga mengalami hal yang hampir sama. Sepupunya itu dikatakannya, masih muda dan dalam kondisi kesehatan yang prima. Sepupunya itu kemudian mengalami kasus miokarditis yang serius. Radang jantung memang terdaftar sebagai kemungkinan efek samping dari beberapa vaksin virus corona. “Dia harus pergi ke rumah sakit,” tambah Musk.

Mengutip situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, miokarditis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada otot jantung atau miokardium. Penyakit ini adalah berisiko langka bagi mereka yang menerima vaksin mRNA Covid-19.

Jika otot jantung meradang, darah tidak akan terpompa dengan baik sehingga menyebabkan gangguan seperti detak jantung tidak teratur, kesulitan bernapas dan pada tingkat yang lebih berat bisa mengakibatkan pembekuan darah, serangan jantung, stroke, atau kerusakan jantung.

“Kasus miokarditis atau perikarditis jarang terjadi dan paling sering terjadi pada remaja dan pria dewasa muda, berusia 16 tahun ke atas, dalam waktu 7 hari setelah menerima dosis kedua vaksin mRNA Covid-19 (Pfizer-BioNTech dan Moderna). Telah ada tapi bukan pola pelaporan serupa yang diamati setelah menerima Janssen Covid-19 Vaccine (Johnson & Johnson),” kata CDC di situs web-nya. []

You May Also Like