Do’a Ketika Terjadi Bencana Gunung Meletus Untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

ARASYNEWS.COM – Indonesia merupakan wilayah yang terdiri dari banyak gunung aktif. Tak hanya itu, Indonesia juga berada di antara dua lempeng. Dan ini dapat mengakibatkan gempa tektonik dan vulkanik.

Bencana ini tidak dapat terelakkan karena tidak diketahui kapan akan terjadinya.

Gempa bumi dan gunung meletus merupakan fenomena alam yang merupakan kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Manusia tidak dapat mencegah terjadinya. Tetapi, agar kita sebagai umat Muslim dapat terlindungi, kita dianjurkan membaca do’a.

Membaca do’a ketika ada bencana alam adalah upaya memohon kepada Allah agar kita diberi keselamatan di tengah bencana. Berikut bacaan doa ketika ada bencana alam gunung meletus yang perlu diamalkan.

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa fihaa, wa khaira maa arsalta bihi, wa a’udzubika min syarriha, wa syarri maa fiha wa syarri ma arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Berdasarkan kitab Al-Adzkâr karya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, terdapat juga bacaan do’a ketika ada bencana alam gunung meletus lainnya. Do’a ini dibaca sebagai pencegahan sekaligus permohonan agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dari marabahaya dari bencana alam tersebut. Do’a ini dikutip dari sebuah hadis riwayat Imam Abu Daud.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat.” (HR. Abu Daud)

Do’a lainnya adalah

بِسْمِ اللَّهِ الَّذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا في السَّماءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيم

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan di langit tak dapat memberikan mudarat (bahaya). Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Selain do’a untuk diri sendiri, ada juga do’a yang bisa dilafazkan untuk orang lain yang terkena musibah seperti gempa bumi atau gunung meletus.

Sebagai sesama manusia, kita dianjurkan untuk saling membantu dan mendo’akan kepada orang yang terkena musibah. Membaca do’a untuk korban bencana alam adalah salah satunya.

Sebagaimana teladan Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Imam Muslim berikut ini:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Disisi lain, musibah ini bagi umat Muslim ada hikmah dibaliknya yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain sebagai peringatan juga diuji keimanan dan ketaqwaan kita kepada Maha Pencipta. []

source. Tausiyah Jum’at

You May Also Like