ARASYNEWS.COM –
Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender hijriyah yang dimuliakan Allah. Datangnya bulan Sya’ban menjadi pertanda bahwa umat Muslim semakin dekat dengan Ramadhan. Ada doa bulan Syaban yang bisa umat Muslim amalkan.
Merujuk pada kalender hijriyah 1443 H, 1 Syaban 2022 jatuh pada tanggal 4 Maret 2022. Mengingat kalender komariah dihitung mulai malam hari, artinya pada Kamis, 3 Maret 2022 malam sudah mulai memasuki bulan Sya’ban. Oleh karenanya, umat Muslim bisa mulai membaca doa bulan Sya’ban malam ini.
Doa Bulan Sya’ban
Berikut doa bulan Sya’ban yang bisa dibaca oleh umat Muslim agar diberikan umur panjang bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan.
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.”
Doa tersebut bisa dibaca mulai malam awal masuknya bulan Sya’ban yang bertepatan dengan 1 Sya’ban 1443 H hingga memasuki bulan Ramadhan 1 Ramadhan 1443 H mendatang.
Membaca doa panjang umur seperti di atas telah dicontohkan oleh Rasulullah sebagaimana riwayat hadis yang artinya sebagai berikut:
“Jika masuk bulan Rajab, Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Syaban. Sampaikan kami ke bulan Ramadhan”.
Disimpulkan riwayat ini berisi anjuran bagi umat Islam memohon dipanjangkan umurnya supaya mendapatkan kesempatan bertemu Ramadhan dan melakukan amal saleh.
Selain dianjurkan untuk baca doa untuk menyambut Bulan Sya’ban, juga terdapat berbagai amalan yang dapat dilakukan di dalam bulan tersebut.
Bulan Sya’ban merupakan bulan yang dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah Puasa Sunnah di dalamnya.
Diketahui bulan Sya’ban adalah Bulan yang dicintai oleh Nabi Muhammad untuk melaksanakan Puasa Sunnah adalah pada saat memasuki Bulan Sya’ban sebelum menjalankan Puasa Ramadhan.
Dalam riwayat Aisyah RA berkata:
كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)
Selain itu, dalam Bulan Sya’ban juga terdapat salah satu malam yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu pertengahan Bulan Sya’ban.
Pada malam Nisfu Sya’ban inilah umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan. Sejumlah amalan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan Sholat Malam, memanjatkan Doa, dan bershalawat.
Bulan Sya’ban juga bulan yang disukai Rasulullah untuk memperbanyak puasa sunah. Dalam bulan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa sunah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. []