Asal Usul Nama Batu Busuak dan Banyak Peninggalan Hindia Belanda

ARASYNEWS.COM – Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Padang, ada satu daerah yang saat ini hits dikunjungi masyarakat untuk menikmati pemandangan alam. Daerah ini dinamakan dengan Batu Busuak. Mungkin terdengar aneh, karena ‘Busuak’ berarti ‘busuk’ atau ‘bau’.

Dalam cerita masyarakat, konon dulunya daerah Batu Busuak ini terdapat sebuah batu yang tempatnya di dekat aliran sungai yang di bawah batu tersebut mengeluarkan bau busuk.

Pada zaman dahulu, saat penjajah Belanda masuk ke daerah ini, bau busuk tersebut hilang entah kemana.

Akan tetapi, kata orang-orang dahulu, nama batu Busuak ini adalah sebuah Lubuak Manjarobiah.

Diceritakan, ada kayu yang dulunya dilarang oleh orang-orang tua jangan di belah, tapi dibelah juga oleh orang. Karena melanggar kata-kata orang tua, kayu yang dibelah tadi mengeluarkan bau busuk. Karena itu bernama batu busuk.

Di kawasan Batu Busuak ini terdapat aliran sungai yang airnya terlihat masih bersih dan berwarna biru. Banyak pengunjung yang datang ketempat ini untuk sekedar menikmati alam dan berenang-renang. Di aliran sungai ini dapat ditemukan banyak ikan. Hanya saja ikan ini adalah ikan larangan. Dan untuk menangkapnya hanya boleh setahun sekali pada waktu tertentu. Tapi, ikan yang ditangkap ukurannya hanya boleh yang besar. Sebelum ditangkap, ada kegiatan dilakukan juru kuncinya.

Bukan hanya itu saja, di kawasan ini juga ditemukan peninggalan-peninggalan, seperti jembatan Gantung, jembatan air PLTA Kuranji, Lubang Jepang, Bendungan Patamuan, dan lainnya. Ini adalah peninggalan pada zaman penjajahan Hindia Belanda dan Jepang.

Usia peninggalan ini diperkirakan ratusan tahun dan masih kokoh berdiri hingga saat ini. Selain itu barang-barang yang ada juga masih terjaga.

Kawasan Batu Busuk ini secara geografis rawan terjadi bencana alam, mulai dari banjir bandang, longsor, hingga kemungkinan kebakaran hutan. Untuk itu bila berkunjung ke pemandian alam Batu Busuk harus selalu waspada dan melihat kondisi alam. Bila sudah ada awan gelap, baiknya segera menepi dari sungai. Selain itu juga agar kita tetap menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. []

You May Also Like