Gubernur Riau dan Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir di Jalintim dan Bagikan Bantuan

ARASYNEWS.COM – Gubernur Riau Edy Natar Nasution bersama Forkopimda meninjau banjir di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 76 sampai di Kabupaten Pelalawan pada Ahad (14/1/2024). Akan tetapi, tidak sampai meninjau KM 83. Ia didampingi Bupati Pelalawan Zukri Misran.

Ia juga turun langsung meninjau lokasi banjir yang kedalaman airnya sepaha orang dewasa.

Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Akira Ceria SIK MM mengatakan, ketinggian air hari ini mencapai sekitar 100 sentimeter hingga 110 sentimeter.

“Tadi pak Gubernur bersama Forkopimda turut meninjau banjir di Jalintim KM 76 saja, tidak sampai meninjau KM 83,” ungkap AKP Akira Ahad (14/1/2024).

“Air mulai surut dari sebelumnya setinggi 150 sentimeter hingga 160 sentimeter. Hari ini ketinggian air turun menjadi 110 sentimeter hingga 100 meter,” jelas AKP Akira.

Akira menyampaikan arus lalulintas di jalur Jalintim saat ini berjalan normal dan pihaknya masih memberlakukan sistem buka tutup.

“Arus lalulintas berjalan normal. Saat ini kami masih memberlakukan sistem buka tutup,” kata Akira.

Gubernur Riau pada hari ini juga melakukan peninjauan dapur umum dan posko kesehatan serta menyerahkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir.

Edy Natar mengatakan. banjir yang terjadi ini bukan siklus 5 tahun namun 20 tahun dan kondisi saat ini termasuk agak ekstrim.

“Kita pun prihatin dan status pun ada beberapa daerah kabupaten yang meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat,” kata Edy Natar, Ahad (14/1)

Dikatakannya, bahwa Pemerintah Provinsi Riau dengan status siaga darurat mulai 22 Desember 2023 lalu sampai 31 Januari 2024 atau selama 40 hari. Namun meskipun demikian ia akan selalu memantau situasi dan kondisi.

“Situasi ini tidak bisa kita duga, sebab di beberapa daerah juga terjadi hal yang sama, kita dari provinsi hanya bisa memberikan bantuan-bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” kata Gubernur.

Ia berharap kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap bersabar dengan kondisi yang terjadi. Karena Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan akan berupaya keras agar situasi banjir bisa menjadi lebih baik.

Disisi lain, Bupati Pelalawan Zukri menyampaikan bahwa dari 4.600 KK yang terdampak, sekitar 80 persen masih mengungsi sebab air sudah memasuki rumah.

“Posisi yang kita tinjau bersama pak Gubernur ini di kilometer 75 sedangkan di titik rawannya atau paling dalam ada di KM 83,” kata Bupati Pelalawan.

Berdasarkan Informasi dari BMKG situasi seperti ini (banjir) akan terjadi sampai akhir Januari 2024. []

You May Also Like