Konservasi Riau Berduka, Seekor Gajah di TNTN Mati Akibat Perburuan Gading

ARASYNEWS.COM – Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati di Kabupaten Pelalawan provinsi Riau pada Rabu, 10 Januari 2024. Kematian ini disebabkan karena gajah keracunan dan perburuan gading.

Gajah Sumatera berusia lebih kurang 46 tahun tersebut bernama Rahman berjenis kelamin laki-laki.

Gajah tersebut ditemukan pada Rabu (10/1/2024) pukul 15.55 WIB di kawasan camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bungo Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Dalam informasi yang diterima, kronologis kejadian, penemuan pertama adalah dari Mahout dari gajah Rahman bernama Jumadi. Ia pada Rabu pukul 08.30 WIB hendak menjemput gajah Rahman dari dalam kawasan hutan untuk melakukan rutinitas harian.

Saat Jumadi memanggil dan hendak memberikan makanan, Rahman tidak memberikan respon seperti biasa.

Setelah dilihat lebih dekat, gajah Rahman sudah dalam kondisi lemas tergeletak dengan gading sebelah kiri yang sudah terpotong dan hilang.

Jumadi segera melaporkan kondisi gajah Rahman ke koordinator Mahout dan diteruskan ke Kepala SPTN Wilayah I LKB, Didin Hartoyo, S.Hut, M.Han.

Kepala SPTN dan petugas langsung ke lokasi berkoordinasi dengan dokter hewan BBKSDA Riau untuk penanganan awal gajah Rahman.

Kemudian tim flying squad Taman Nasional Tesso Nilo segera memberikan pertolongan dipandu oleh dokter hewan dari tim medis BBKSDA Riau, sementara tim medis dari BBKSDA Riau bergerak ke lokasi dari Pekanbaru.

Selain itu Kepala SPTN Wilayah I LKB juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ukui untuk olah TKP awal dan pengambilan keterangan.

Dikatakan, berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan seperti memberikan obat pencahar (norit) melalui mulut menggunakan selang, memberikan susu melalui mulut dengan menggunakan selang, mencuci anus, dan memberikan asupan berupa gula cair melalui mulut dengan selang. Ink berdasarkan panduan dan rekomendasi dari dokter hewan BBKSDA Riau.

Gajah Rahman tidak tertolong dan dinyatakan mati pukul 15.55 WIB di hari yang sama.

Setelah terkonfirmasi mati, Gajah Rahman langsung dilakukan tindakan nekropsi/pembedahan oleh Tim medis.

Adapun hasilnya, satu buah gading sebelah kiri sudah hilang, dipotong dengan menggunakan benda tajam sampai ke pangkal gading, dan pada organ-organ pencernaan dan organ dalam berwarna pucat dan ditemukan sisa buah pepaya dan serpiha serbuk berwarna hitam yang diduga racun.

Hasil diagnosa Dokter hewan dan tim medis penyebab kematian gajah Rahman diduga karena keracunan. Kegiatan nekropsi dilakukan sampai dengan pukul 02.00 WIB, Kamis, 11 Januari 2024.

Tubuh Gajah Rahman saat ini telah dikuburkan, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim Kepolisian.

Gajah Rahman merupakan merupakan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Pulau Gadang pada tahun 1995.
Gajah Rahman dibawa ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo untuk dilatih sebagai garda terdepan memitigasi konflik satwa di Taman Nasional Tesso Nilo.

Kematian Gajah Rahman menjadi pukulan berat dan kesedihan mendalam bagi Taman Nasional Tesso Nilo. Dengan kematian Gajah Rahman, saat ini jumlah gajah binaan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo berkurang satu menjadi 9 ekor. [Rls]

Dok. Group WhatsApp

You May Also Like