Lebih Tinggi Dari Jam Gadang, Bangunan di Solok Selatan ini Jadi Landmark Terbaru dan Pengunjung Bisa Sampai ke Puncak

ARASYNEWS.COM – Kabupaten Solok Selatan dikenal sebagai daerah dengan Seribu Rumah Gadang. Ini karena wilayah ini memang banyak ditemukan rumah gadang Sumatera Barat yang khas pada bagian atapnya.

Tapi kini yang terbaru, ada satu bangunan yang tak kalah menarik. Bangunan ini telah dibuka dan kerap ramai dikunjungi. Bangunan ini mirip dengan Jam Gadang di Bukittinggi, tapi tidak ada jam-nya. Bangunan ini dinamai dengan Menara Songket.

Landmark terbaru di Solok Selatan ini sangat mudah dicapai dengan menggunakan kendaraan, terletak dipinggir sungai Batang Bangko di Nagari Koto Baru dalam kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) Kecamatan Sungai Pagu.

Menara ini jika dilihat hampir mirip dengan Jam Gadang di Bukittinggi. Hanya saja tingginya melebihi, yakni setinggi 32 meter.

Siapapun diperbolehkan naik ke atas puncak menara, terbuka untuk umum. Tapi cukup melelahkan, karena harus menaiki anak tangga yang didesain ergonomis. Tangga ini konstruksimya kokoh dan dibuat untuk bisa menahan beban ratusan orang. Tapi, tentunya dibatasi karena untuk menghindari resiko yang tidak terduga.

Dan dari atas akan terlihat pemandangan yang indah. Dari puncak terlihat pemandangan yang menyejukkan mata di kawasan SRG, seperti puncak-puncak rumah gadang, pepohonan, sawah, sungai, gunung, dan lainnya.

Pembangunan menara songket di Solok Selatan ini dengan tujuan untuk dapat menikmati ratusan rumah gadang yang ada di kawasan Saribu Rumah Gadang ini.

Tak hanya itu, dari ketinggian menara songket ini, maka mata akan leluasa melihat keanggunan gunung api tertinggi di Asia Tenggara, yaitu Gunung Kerinci, yang terletak di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Menara Songket atau menara pandang ini dirancang oleh arsitek Indonesia, Yori Antar pada tahun 2019 dengan dukungan dana APBN. Dibangun seiring dengan program revitalisasi kawasan SRG sejak November 2019 dan rampung Desember 2020.

Disebutkan juga, Menara Songket ini juga telah masuk dalam catatan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar Sumatera Barat. []

You May Also Like