ARASYNEWS.com — Allah SWT berfirman dalam QS Ad Dukhan ayat 10 – 11,
فَٱرْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ
fartaqib yauma tatis-samāu bidukhānim mubīn
Artinya: Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,
يَغْشَى ٱلنَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
yagsyan-nās, hāżā ‘ażābun alīm
Artinya: yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.
Dalam surat ini, Allah menjelaskan beberapa hal yang akan terjadi di hari akhir, salah satunya adalah dukhan, tanda akhir zaman yang akan terjadi di kelak kemudian hari.
Dukhan adalah asap atau kabut tebal yang akan muncul sebelum serangan hari kiamat. Dalam Islam, awan asap ini akan menutupi dunia selama empat puluh hari empat puluh malam.
Dukhan yang disebutkan akan terjadi pada fase keempat, yaitu saat umat Islam dipimpin oleh seorang pemimpin diktator dan dzalim.
Orang-orang yang percaya akan merasa seperti mereka masuk angin, sedangkan orang-orang yang tidak percaya akan merasa seperti mereka mabuk.
Dukhan adalah asap yang gelap dan tebal, tidak memiliki oksigen, dan sangat panas sehingga bumi menjadi gelap gulita.
Penyebab dari asap atau kabut tebal ini masih belum diketahui dengan pasti, baik itu ledakan atom atau pencemaran lingkungan yang semakin parah atau juga dari bencana alam. Ada berbagai pendapat tentang arti kata asap/dukhan dan kejadian ini. Namun, karena ini merupakan salah satu tanda kiamat, hanya Allah SWT yang tahu kapan tepatnya kejadian ini akan terjadi.
Imam Al Qurthubi menjelaskan penafsiran dukhan melalui 3 pendapat, yakni:
Pertama, dukhan diartikan sebagai salah satu tanda hari kiamat yang belum terjadi. Pendapat ini disampaikan oleh Ali Ibnu Abbas, Ibnu ‘Amr, Abu Hurairah, Zaid bin Ali, Al Hasan, dan Ibnu Abi Mulaikah.
Pendapat kedua, menjelaskan bahwa dukhan merupakan khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mengalami kelaparan ekstrem. Sehingga orang-orang di zaman itu seperti melihat dukhan (kabut asap) di atara langit dan bumi. Pendapat ini disampaikan oleh Ibu Mas’ud.
Pendapat ketiga menjelaskan bahwa dukhan adalah debu yang mengepul di hari Fathu Mekah, sehingga dapat menutupi langit. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat dipahami bahwa dukhan bisa menjadi penampakan berupa kabut atau debu yang mengepul, yang akan muncul sebagai tanda hari akhir kelak. Pendapat ini disampaikan Abdurrahman Al A’raj.
Dikatakannya, dukhan mempunyai bentuk seperti kabut atau asap. Jika dukhan mengenai manusia orang-orang Muslim, maka akan timbul gejala seperti pilek. Sedangkan jika dukhan mengenai orang kafir, akan keluar cairan dari kuping dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa serta sesak pada pernapasan.
Penafsiran tersebut, sesuai dengan HR. Muslim No. 2798. Bahwa dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Akan datang dukhan (asap) kepada manusia di hari kiamat, yang memasuki pernapasan mereka sehingga manusia akan merasakan seperti pilek dan perih hingga sesak.
“Tunggulah orang-orang kafir itu—wahai Muhammad—pada hari di mana langit mendatangkan asap yang nyata lagi jelas, yang menutupi serta meliputi manusia. Ketika itu, dikatakan kepada mereka, “Inilah azab yang pedih”, sebagai celaan dan cercaan keras terhadap mereka. Atau sebagian mereka mengucapkan kalimat ini kepada yang lain”. (Tafsir al-Qurthubi 16/130, Tafsir Ibnu Katsir 7/235—236)
Sesungguhnya, dukhan akan datang (menjelang) hari kiamat, mengambil pendengaran dan penglihatan orang-orang munafik.
Hadits-hadits sahih lain menyebutkan bahwa dukhan merupakan tanda-tanda kiamat yang besar.
Sebagian ulama mencoba menyelesaikan perbedaan pendapat tentang dukhan ini dengan menyatakan bahwa terdapat dua asap yang akan terjadi. Salah satu asap sudah terjadi, sedangkan yang kedua, yang akan muncul menjelang hari kiamat yang belum terjadi.
Wallahualam bish-shawab,
(Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).
[]