ARASYNEWS.COM – Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ فَمَنْ أقَامَهَا فَقدْ أقَامَ الدِّيْنَ وَمنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ
Artinya: “Sholat adalah tiang agama, maka barang siapa mendirikannya, sungguh ia telah menegakkan agamanya; dan barang siapa meninggalkan sholat, sungguh ia telah merobohkan agama nya itu,” (HR al-Baihaqi).
Dalam hadits lain:
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
Artinya: “Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya yang merupakan sholat.” (HR Tirmidzi no 2616 dan Ibnu Majah no 3973)
Hadits lainnya, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwasanya sholat termasuk salah satu rukun Islam
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ» رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمٌ.
Artinya: “Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Islam dibagun di atas lima hal: syahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Diambil dari buku Fikih Muyassar yang diterjemahkan oleh Fathul Mujib, secara bahasa, sholat berarti doa. Adapun ditinjau dari segi syariat, sholat adalah ibadah yang memuat ucapan-ucapan, doa-doa dan perbuatan-perbuatan khusus yang dimulai dengan takbir serta ditutup dengan salam.
Sholat merupakan hal yang penting dan wajib bagi umat Islam. Dan perintah ini langsung difirmankan Allah kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ.
Perintah sholat dalam Al-Qur’an terdapat dalam beberapa ayat, salah satunya adalah surat Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi,
“وَأَقِيْمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ”
(Wa aqīmū ṣ-ṣalāta wa ātū ż-zakāta wa arkau ma’a r-rākī’īn).
Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
Dalam surat Al-Baqarah ayat 110, Allah SWT berfirman:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya: “Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Selain ayat ini, perintah sholat juga terdapat dalam surat Al-Isra ayat 78, Hud ayat 114, An-Nisa ayat 103, dan Al-Ankabut ayat 45. Perintah-perintah tersebut menegaskan bahwa sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan merupakan bentuk ibadah yang penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengapa sholat disebut sebagai tiang agama?
Ulama mengibaratkan Islam sebagai bangunan, yang membutuhkan dasar. Dalam Islam, dasar ini adalah dua kalimat syahadat. Lalu, sholat menjadi tiang dalam bangunan tersebut sebagaimana puasa sebagai dinding, dan sedangkan zakat diibaratkan pintu, jendela, dan fentilasi yang membersihkan. Kemudian, haji diibaratkan sebagai atap sebuah bangunan.
Jika dibayangkan, bangunan tanpa tiang-tiang ini maka akan mudah rapuh dan roboh dan bahkan tidak berbentuk. Sama seperti Islam, bila para penganutnya tak lagi menunaikan sholat sebagaimana disyariatkan Nabi Muhammad ﷺ maka agama ini akan roboh.
Keutamaan Sholat
Sebagai salah satu rukun Islam, mengerjakan sholat akan membawa banyak keutamaan bagi seorang muslim. Beberapa keutamaan sholat meliputi:
- Membuat Teguh Hati dan Terhindar dari Sifat Pelit
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزَوْعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا إِلَّا الْمُصَلِّينَ الَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَابِمُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat terus-menerus,” (QS Al-Ma’arij ayat 19-23).
- Menghapus Dosa Kecil
Mengerjakan sholat lima waktu secara konsisten akan membuat dosa-dosa kecil seorang muslim dihapus. Landasan keutamaan ini adalah hadits Rasulullah ﷺ yang artinya:
“Bagaimana pendapat kalian (para sahabat), seandainya ada sungai terbentang di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi di sungai itu setiap hari sebanyak lima kali, maka masih adakah kotoran yang tersisa pada badannya?” Para sahabat menjawab, “Tentu tidak ada lagi sedikit pun kotoran padanya, ya Rasulullah!”. Beliau pun bersabda, “Maka demikianlah perumpamaan sholat lima waktu. Dengan sholat lima waktu, Allah akan menghapus semua kesalahan,” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Hibban).
- Menyucikan Diri dari Sifat Buruk
Dalam Surat al-Ankabut ayat 45, Allah SWT berfirman:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: “Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Hikmah dari penjelasan ini, dirikanlah dan laksanakan sholat, agar kehidupan ini dapat lebih disiplin, membuat hati dan diri lebih tenang, serta mensucikan diri.
Wallahu alam bish shawab
[]