ARASYNEWS.COM, SUMATERA BARAT – Pesatnya pembangunan dibeberapa sektor di provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daya tarik orang-orang dari pemerintah pusat untuk datang berkunjung ke Sumbar.
Selain wakil presiden, anggota MPR-DPR, dan beberapa menteri lakukan kunjungan kerjanya ke Sumbar meninjau berbagai proyek pembangunan yang akan terealisasi.
Selain pembangunan fisik sarana dan prasarana, juga melihat wisata-wisata yang ada di Sumbar.
Baru-baru ini Wapres Ma’aruf Amin datang meresmikan pasar rakyat Pariaman yang bersejarah. Juga mengunjungi GOR UNP dan pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas. Serta juga penanaman bibit pohon di pantai.
Kemudian, wakil MPR dan anggota MPR juga datang dalam kegiatan partainya dan sempat berbincang dengan tiga Bupati/Walikota di provinsi Sumbar, yakni Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan Solok. Serta menyampaikan mengunjungi tempat-tempat pariwisata di Sumbar.
Selain itu, secara bergantian empat menteri juga lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sumbar sepekan terakhir. Empat menteri tersebut adalah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Perdangan Muhammad Lutfi lebih dulu mengunjungi Sumbar pada Senin (5/4/2021). Agenda Mendag adalah meninjau revitalisasi Pasar Bawah Bukittinggi.
“Jadi komitmen pemerintah, kita akan bereskan Pasar Bawah, supaya kegiatan ekonomi serta tata Kota Bukittinggi menjadi kelas satu, baik dan bersih,” kata Lutfi saat kunkernya.
Selain melihat Pasar Bawah (Pasar Banto) Bukittinggi, ia juga akan berkunjung ke pasar Kota Padang pada Selasa (6/4/2021).
Saat Lutfi meninjau Pasar Raya Padang, dirinya cukup kecewa. Hal ini karena kondisi dan lokasi pedagang yang memperhatikan, terkhusus yang berada di Fase VII.
“Saya tadi baru membuka Pasar Rakyat Pariaman yang indah, bagus dan bersih bersama pak Wapres. Tapi melihat Fase VII ini tentunya sangat kecewa,” ujarnya.
Dan untuk membenahinya, dikatakannya akan memulai revitalisasi kedua pasar tersebut (pasar Banto dan pasar Raya Padang) pada tahun 2022.
Kedatangan Mendag disusul oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang mengunjungi Sumbar pada Kamis (8/4/2021). Menteri Suharso langsung meninjau jalan Sitinjau Lauik.
Dia melihat kawasan jalan lintas Padang-Solok itu untuk mengecek ke lapangan terkait perencanaan pembangunan jembatan layang atau fly over di daerah tersebut.
Pembangunan fly over, kata Suharso, masuk dalam proyek raksasa nasional dan ditargetkan selesai pada 2024 dan diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 1,2 triliun.
“Semoga semua major project itu bisa diselesaikan pada tahun 2024, termasuk proyek nasional yang ada di Sumbar,” usai kunkernya saat itu.
Suharso juga menyempatkan mengunjungi Stadion Utama Sumbar di Padang Pariaman yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
“Tanpa APBN saja, Pemprov Sumbar sudah dapat membangun stadion dengan kualitas seperti ini. Apalagi jika dibantu dana pusat, pastinya lebih gagah, mendunia dan bisa menjadi stadion kebanggaan urang Minang,” ujarnya, dikutip dalam keterangan tertulis Diskominfo Sumbar.
Menteri Suharso juga mengunjungi Danau Maninjau di Kabupaten Agam. Menurutnya danau tersebut kini kondisinya makin memprihatinkan.
Ia meminta Pemkab untuk menyiapkan aturan mengenai penggunaan pakan pada ikan di danau sebagai salah satu cara mengurangi pencemaran yang terus terjadi akibat cuaca ekstrem dan berkurangnya kadar oksigen.
Dan ia juga datang mengunjungi kabupaten Limapuluh Kota untuk meninjau beberapa tempat yang berpotensi dikembangkan.
Kemudian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang mengunjungi Bukittinggi untuk meresmikan Rumah Sakit (RS) Otak Dr Drs Muhammad Hatta Bukittinggi, Jumat (9/4/2021) yang sebelumnya bernama RS Stroke Nasional Bukittinggi.
“Mudah-mudahan dengan menggunakan nama Muhammad Hatta, rumah sakit ini semakin dikenal di seluruh Indonesia,” kata Menkes, Jum’at (9/4).
Selain ke Bukittinggi, Menkes juga mengunjungi RSUP M Djamil Padang untuk melihat proses vaksinasi.
Terakhir adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang melakukan kunker ke Balai Buah Tropika, Kabupaten Solok, Jumat (9/4/2021), dan peternakan sapi perah di area Taman Hutan Raya Bung Hatta.
Dalam kunjungan tersebut, ia melepas 14 komoditas ekspor, sebagai apresiasi atas kinerja pembangunan pertanian Sumbar.
“Produk unggulan ekspor Sumbar ini sangat beragam, mulai dari petai, jengkol, manggis, produk turunan dari kelapa dan lainnya. Negara tujuan juga ada 11 dari beberapa benua, seperti Belanda, Perancis, Belgia, Hongkong, Tiongkok, Jepang, India, Bangladesh, dan sejumlah negara di Asia Tenggara,” katanya dalam keterangan tertulisnya. []