ARASYNEWS.COM – Dalam data, ada tiga sekolah yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda dan masih berfungsi untuk sarana belajar mengajar hingga saat ini.
Bangunannya bahkan ada yang terawat dengan baik, meskipun sempat beberapa kali diguncang bencana.
Keberadaan sekolah ini berada di kota Padang dan di Bukittinggi.
- Kweekschool Bukittinggi
Sekolah ini berdiri pada tahun 1856 dan memiliki sejarah panjang sebagai lembaga pendidikan guru di era kolonial hingga menjadi institusi pendidikan modern.
Mulai difungsikan pada tahun 1857. Pada masa awalnya sebagai sekolah pendidikan guru.
Selain itu disebut juga sebagai sekolah raja, ini karena perannya pada saat itu adalah bagi anak-anak raja atau bangsawan untuk mendapatkan pelajaran.
Tan Malaka dan Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi sempat belajar di sini. Selain itu Van Ophuysen bersama Engku Nawawi Sutan Makmur juga pernah belajar di sekolah ini.
Sekolah ini telah berganti nama menjadi SMA 2 Bukittinggi. Perubahan terlihat di halaman depannya.

- Europeesche Lagere School (ELS)
Sekolah Europeesche Lagere School (ELS) didirikan pada 1917, kondisinya bisa dibilang sangat memprihatikan dan sekarang dijadikan sebuah kantor. Berawal SMA 1 yang ada di sana pindah ke gedung baru di Belanti. Bangunan yang semakin tua ini pun banyak yang rusak. Dikabarkan SMA 1 Padang itu direnovasi atas permintaan pemerintah kota dan telah menghabiskan dana miliaran rupiah.
Meski dulunya sekolah ini sudah melahirkan orang-orang cerdas, namun jika kita lihat kondisinya sekarang bisa dibilang memprihatikan dan sekarang bangunan sekolah ini dijadikan sebuah kantor.
- Normal School
Bangunan sekolah didirikan pada tahun 1918 dan telah berganti menjadi Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan kemudian jadi SMA 1.
Sekolah ini pernah diguncang gempa pada tahun 1926 namun kondisi bangunan tetap aman. Bangunan sekolah ini bisa dikatakan cukup luas dengan memiliki satu ruangan panjang dengan beberapa kelas, lalu beberapa bangunan lagi yang jadi kelas, kemudian aula.
Lalu pada bagian belakangnya juga terdapat asrama dan di depan sekolah memiliki lapangan rumput nan luas dengan mahoni tua yang menjadi pagar.
Sekolah yang terletak di Guguak Malintang, arah ke Batusangkar. Sekolah ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemerintah masih memelihara gedung dan lingkungannya dan dipasangkan tulisan cagar budaya.
[]