ARASYNEWS.COM – Pohon pisang mungkin terlihat sebagai tumbuhan biasa yang sering dijumpai dipinggir jalan diberbagai daerah di Indonesia. Mudah tumbuh dan bahkan rimbun. Terlihat banyak di area yang sepi.
Pohon pisang biasanya dijadikan tumbuhan yang memberikan keuntungan mulai dari daunnya, bunganya, hingga pada buahnya. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai penutup jalan berlobang agar terlihat oleh pengguna jalan.
Terkadang keberadaan pohon pisang terkadang dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan ada yang percaya pohon pisang menjadi tempat tinggal atau sarang pocong dan kuntilanak (makhluk halus yang dianggap ada di berbagai daerah di Indonesia).
Dikaitkan makhluk halus ini dengan pohon pisang karena susunan pohon pisang yang rapat dan tinggi dapat menimbulkan kesan menyeramkan, terutama di tempat yang gelap dan sepi, serta karena bentuk pocong yang mirip dengan debok atau batang pisang.
Mitos ini, dahulunya didasari cerita dan kesaksian orang yang mengaku pernah melihat sosok sakral ini didekat pohon pisang, terlihat di tepi jalan pada malam hari yang minim penerangan.
Terlihat bentuk pocong yang berdiri yang terbungkus kain kafan menyerupai batang pisang. Dan ini yang membuat sebagian orang meyakini pohon pisang sebagai tempat tinggal pocong.

Meskipun mitos ini kerap beredar dan populer pada zaman dahulu, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa pohon pisang menjadi tempat tinggal mahkluk halus atau hantu.
Hanya saja, keberadaan pohon pisang pernah menyimpan kisah tragis dalam sejarah bangsa, terutama terkait dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Keberadaan pohon pisang dalam tragedi ini juga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Pohon Pisang dan peristiwa G30S/PKI, sejarah mencatat pada kesunyian malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, terjadi serangkaian penculikan dan pembunuhan terhadap para jenderal TNI AD RI yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
Dilaporkan, jenazah para korban sempat disembunyikan di sekitar pohon pisang sebelum akhirnya dibuang ke sumur Lubang Buaya. Dan kemudian lubang itu ditutup dengan tanah dan diletakkan pohon pisang di atasnya.
Kisah ini semakin menambah kengerian akan peristiwa tersebut. Dan bahkan menjadikan pohon pisang sebagai saksi bisu kekejaman yang terjadi pada saat itu.

Makna Pohon Pisang Dalam Peristiwa di Indonesia
Pohon pisang tidak hanya menjadi saksi dari tragedi berdarah pada September 1965, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber, dalam budaya Jawa, pohon pisang sering dikaitkan dengan perlambang kesuburan dan kehidupan.
Namun, dalam konteks tragedi 1965, pohon pisang justru menjadi simbol kematian dan kekejaman yang sulit dilupakan.
Bagi masyarakat yang hidup pada masa itu, pohon pisang bukan sekadar tanaman biasa. la menjadi bagian dari ingatan kolektif yang mengingatkan mereka pada malam mencekam yang mengubah sejarah Indonesia.
Banyak cerita turun-temurun yang menyebutkan bahwa di beberapa tempat, pohon pisang menjadi penanda lokasi pembantaian massal, terutama di daerah-daerah yang menjadi basis peristiwa pembersihan pasca-G30S/PKI.
Beberapa literatur dan saksi sejarah juga mengisahkan di desa-desa tertentu, ada area yang ditumbuhi pohon pisang secara tidak biasa, diyakini sebagai bekas tempat eksekusi massal tahun 1965-1966.
Pohon pisang yang tumbuh liar di berbagai tempat menjadi alasan mengapa ia kerap dijadikan sebagai lokasi eksekusi pada masa itu.
Daun pohon pisang yang lebar juga digunakan untuk menutupi sesuatu. Dan bahkan juga sampai saat ini sebagai penutup jasad yang berdarah di jalan-jalan akibat lakalantas.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pohon ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa tragis di masa lalu. Dan bahkan membuat sebagian masyarakat memiliki kepercayaan dan mitos tersendiri terhadap pohon pisang yang tumbuh di lokasi-lokasi tertentu. []