ARASYNEWS.COM, KAMPAR – Intensitas hujan terus meningkat di Riau dan wilayah Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari terakhir. Alhasil, debit air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang mengalami peningkatan.
Disebutkan dari laman resmi PLTA Koto Panjang pada pukul 15.00 WIB Senin (13/4/2023) terpantau elevasi berada pada posisi 81.00 MDPL (elevasi maksimum 85.00 MDPL).
“Dengan inflow waduk terpantau mengalami peningkatan cukup signifikan dalam kurun waktu seminggu terakhir,” kata pihak PLTA, dikutip pada Senin (13/3).
“Atas informasi ini diminta kepada masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai Kampar untuk tetap waspada dan berhati-hati,” kata pihak PLTA.
Untuk informasi akan dibuka pintu air akan disampaikan dalam informasi selanjutnya.
Disisi lain, pada bagian hulu aliran air waduk PLTA Koto Panjang yang berada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota provinsi Sumatera Barat belum terjadi bencana akan banjir. Masyarakat bersama pihak-pihak terkait masih memantau kondisi dan bencana banjir.
Ditempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau akan terus berkoordinasi untuk memantau ketinggian air di waduk PLTA Koto Panjang, Kampar.
Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal mengatakan, langkah koordinasi terus dilakukan oleh BPBD Kampar dengan pihak pengelola PLTA Koto Panjang. Mengingat situasi bisa saja mendadak berubah, apalagi sampai harus dibuka pintu air di waduk tersebut.
“Sejauh ini masih aman. BPBD Kampar dan PLTA Koto Panjang juga aktif memberikan informasi terkini terkait situasi air di waduk. Jadi kalau ada hal yang urgen bisa langsung disampaikan ke masyarakat,” ujar Edy Afrizal.
Edy menyebutkan, penting untuk meningkatkan kewaspadaan di waduk PLTA Koto Kampar jika intensitas curah hujan di Sumatera Barat meningkat. Sebab aliran air dari daerah perbukitan akan bermuara di waduk PLTA.
“Tapi sejauh ini kan kondisi curah hujan di Sumbar masih tergolong aman. Namun demikian, kami tetap meminta kepada masyarakat di bantaran sungai untuk selalu waspada terhadap bencana,” tuturnya.
Dia menambahkan, sesuai mekanisme jika debit air di waduk PLTA Koto Panjang meningkat, maka pihak PLTA akan segera mengeluarkan peringatan adanya potensi banjir sebagai langkah antisipasi. Bahkan, di saat pintu waduk harus dibuka karena debit air tinggi, juga akan disampaikan pengumuman secara terbuka kepada masyarakat.
“Biasanya jelang pembukaan pintu air akan ada pemberitahuan terlebih dahulu agar masyarakat bisa berhati-hati,” pungkasnya. []