ARASYNEWS.COM – Bumi saat ini mengalami perubahan cuaca dan iklim. Salah satunya terjadi proses peningkatan temperatur rata-rata atmosfer bumi, laut dan daratan. Bahkan akibat pemanasan global menjadi salah satu contoh ketidakseimbangan komunitas organik.
Al-Qur’an sudah memberi isyarat mengenai bahaya perubahan iklim dan pemanasan global. Hal ini seperti yang terdapat dalam surah At-Takwir ayat 6 dan surah Al-Infithar ayat 3.
Dalam dua surah tersebut terdapat kata “dipanaskan” dan “dijadikan meluap” sebagai tanda hari kiamat yang sangat persis dengan fenomena pemanasan global.
Kedua surah tersebut memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa memperhatikan cuaca dan tidak merusak keseimbangannya.
Allah SWT. memperingatkan menyiratkan mengenai kerusakan yang terjadi di darat dan laut karena aktivitas manusia sendiri.
Firman Allah SWT dalam surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum : 41).
Isi kandungan yang terdapat dalam surah Ar-Rum tersebut yaitu manusia sebagai khalifah di bumi bertanggung jawab untuk menggunakan, mengelola, dan melestarikan lingkungan. Akan tetapi, penggunaan alam oleh manusia sering kali tidak dibarengi dengan kegiatan konservasi. Keserakahan manusia menyebabkan kerugian dan kesengsaraan bagi manusia itu sendiri.
Contohnya yang tengah terjadi saat ini diantaranya tanah longsor, banjir, pencemaran air serta kebakaran hutan.
Bahkan, Allah SWT. membiarkan beberapa orang merasakan efek negatif atas tindakan yang mereka lakukan sendiri, seperti penyakit yang datang, musibah yang terjadi, dan lainnya.
Sikap manusia dalam memperlakukan alam
Akhlak seorang muslim terhadap lingkungan, yaitu dengan tidak mengeksploitasi potensi alam agar generasi sekarang dan generasi masa depan dapat menikmatinya.
Selain itu, manusia tidak boleh mencemari, merusak serta mengganggu hak-hak hidup makhluk Allah SWT lainnya, baik itu hewan maupun tumbuhan ketika menggunakan alam dan segala isinya. []