Di Dua Planet Ini, Matahari Telah Terbit dari Barat, Sesuai Sabda Rasulullah

ARASYNEWS.COM – Rasulullah ﷺ bersabda bahwa matahari akan terbit dari Barat saat kiamat sudah sangat dekat. Dan, ketika itu terjadi, orang-orang terkejut dan ketakutan. Mereka langsung segera ingin bertaubat, tapi taubat itu sudah tak berguna.

“Kiamat takkan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila manusia telah melihatnya (terbit dari barat), maka berimanlah seluruh penduduk bumi. Tetapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman.” (HR. Bukhari)

Jika dilihat dari sisi ilmiah, fenomena matahari terbit di barat sudah terjadi di dua planet di galaksi bima sakti. Planet tersebut adalah Uranus dan Venus.

Yang mengejutkan, Uranus dan Venus sebenarnya pernah berotasi layaknya planet lain. Namun sekarang, keduanya berotasi terbalik.

Sejumlah penelitian dilakukan, mencari tahu kenapa ini terjadi. Salah satu jurnal ilmiah Science Alert pernah membahas hal ini 2016. Jurnal itu menyebut bahwa rotasi Venus melambat, lalu statis, sebelum berbalik arah.

Selain itu, tentang rotasi terbalik ini juga disampaikan Badan Antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).

NASA menyoroti teori terkait pembalikan arah terbit matahari, sebagaimana yang diutarakan sebuah postingan di Facebook.

Postingan tersebut ditulis dalam bahasa Thailand dan Inggris dan menyebutkan berbaliknya arah terbit matahari itu disebabkan rotasi bumi berbalik arah.

Penulis postingan menjelaskan Bumi mengalami pembalikan medan magnet, dan mengklaim teori yang ada dalam unggahan itu juga didukung badan antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA.

“Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan Matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat,” sebagaimana tertulis dalam postingan, dikutip Jum’at (24/11/2023).

Postingan itu membuat heboh, karena menyebutkan jika matahari terbit dari barat maka akan mengabarkan Bumi menghadapi kiamat.

Kendati begitu, NASA tak pernah mendukung klaim tersebut. Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA mengatakan pihaknya dan organisasi lain tidak mendukung teori tersebut. “Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat,” kata Inclan.

Meski begitu, NASA mengakui, perubahan medan magnet itu memang ada dan pernah terjadi, serta sejumlah ilmuwan mempelajari hal itu. Tapi, Inclan membantah membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya.

“Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan Matahari terbit dari barat adalah salah,” kata Inclan.

Planet Venus saat ini berotasi ke arah belakang dan membuat Matahari tidak berasal dari Timur. Untuk waktu rotasi, Venus membutuhkan waktu lama yakni 243 hari Bumi. Sedangkan lama planet tersebut mengelilingi Matahari selama 225 hari.

Hal ini berdampak pergantian hari dan tahun yang hampir sama. Di planet Venus, Matahari akan muncul satu kali dalam 117 hari atau dua kali dalam setahun.

Sebenarnya, Matahari sebagai pusat galaxy Bima Sakti tetap pada posisinya sehingga tidak terbit atau tenggelam karena menjadi pusat tata surya. Seluruh makhluk hidup di Bumi merasakan Matahari terbit dan tenggelam akibat gerakan rotasi dan evolusi.

Bumi bergerak mengelilingi Matahari (berevolusi) dan berputar pada porosnya (berotasi). Bumi selalu berputar 24/7 tanpa henti sejak terbentuk 4,7 miliar tahun yang lalu.

Putaran rotasi Bumi menyebabkan pergantian siang dan malam sekaligus merasakan Matahari seolah terbit dan tenggelam. Perubahan siang dan malam merupakan faktor penting untuk menunjang sebuah ekosistem dan biota di Bumi.

Ketika berotasi Bumi tidak berputar tegak lurus, melainkan sedikit miring 23.5 derajat sehingga menyebabkan perbedaan musim di Bumi bagian utara dan selatan.

Putaran Bumi juga menciptakan medan magnet raksasa yang melindungi planet kita dari radiasi Matahari yang merusak. Berkebalikan dengan kutub, magnet raksasa Bumi bagian Selatan terletak di Kutub Utara, sementara bagian Utara terletak di Kutub Selatan.

Tentang Rotasi Bumi dalam Al-Qur’an

Dalam kitab suci Al-Qur’an sendiri telah dijelaskan jika fenomena matahari terbit dari barat merupakan sebuah kuasa dari Allah SWT dan sudah ditentukan tempat dan waktunya.

Hal ini diketahui melalui Surah Luqman ayat 29.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَأَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Apakah kamu tidak melihat bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, serta menundukkan Matahari dan Bulan untuk bergerak hingga waktu yang ditentukan? Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Surah Luqman ayat 29).

[]

You May Also Like