Firman Allah dan Hadist Tentang Menyingkirkan Orang Lain

ARASYNEWS.COM – Setiap orang ingin menjadi lebih baik dan hidup layak, ingin berubah menjadi lebih baik, lebih maju, lebih berguna, lebih berjaya dari sebelumnya, dan bahkan ingin punya kedudukan atau tempat yang layak.

Hanya saja, banyak dari kita untuk mencapai itu semua dengan menjatuhkan orang lain dan bahkan sampai menindas orang lain.

Ini menjadi hak yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita sebagai umat Muslim-muslimah memburukkan orang lain dan membuka aibnya agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan itu.

Jangan kita mencari cari kesalahan orang lain semata mata untuk mencapai kepuasan kita sendiri. Jika ingin naik, janganlah sampai menjatuhkan orang lain. Dan jika ingin maju jangan sampai menyingkirkan orang lain.

Allah berfirman, tentang mencari-cari kesalahan orang lain itu disebut dengan istilah “tajassasu” (tajassus). Perbuatan ini hampir sama dengan berburuk sangka. Dan sifat atau perbuatan tercela ini sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Dari Hadist riwayat Imam al-Tirmidhi, Ibnu Umar R.A pernah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda “Barangsiapa mencari-cari kesalahan saudaranya, maka Allah akan menampakan kejelekannya.”,

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

Jika ingin mencapai kejayaan yang diinginkan, maka capailah dari jalan yang positif. Kerana jalan itu lebih berkah dan mulia. Takutlah kalian pada azab Allah jika kamu menzalimi orang lain.

Nabi Muhammad ﷺ pernah berdoa:

اَللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

“Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi urusan umatku kemudian dia merepotkan umatku maka susahkanlah dia.”

Dari Ibnu Umar R.A bahwa sabda Rasulullah ﷺ yang bermaksud:
“Barangsiapa yang mencari-cari aib (atau kelemahan) saudaranya yang Muslim, nescaya Allah akan membuka aibnya walaupun dia berada di dalam rumahnya.” (Hadist riwayat Imam al-Tirmidhi – 2032).

Marilah kita berfikir sejenak dan muhasabah diri kita tentang apa yang telah kita lakukan sepanjang hidup kita selama ini untuk mendapat keridhoan Allah SWT.

[]

You May Also Like