ARASYNEWS.com — Hari ulang tahun adalah salah satu momen yang berkesan. Dirayakan atau tidak, tanggal ulang tahun bisa menjadi sesuatu yang penting. Perayaan bahkan dilakukan dengan besar dan berpesta pora, tapi ada juga yang dilakukan dengan cara sederhana dengan bersyukur dan muhasabah.
Ternyata perayaan ulang tahun yang banyak dilakukan pada zaman sekarang ternyata menyimpan berbagai misteri dan sejarah kuno.
Perayaan ulang tahun ini dahulunya hadir pertama kali dan menjadi tradisi kuno di Mesir, Yunani, Romawi, dan Jerman.
Sejarah mencatat perayaan ini pada awalnya merupakan ritual perlindungan agar roh-roh jahat tidak merasuki seseorang yang sedang berulang tahun, karena mereka percaya bahwa momen pergantian usia membuat jiwa seseorang rentan masuknya berbagai hal di duniawi.
Pada masa Mesir kuno, perayaan pertama kali dilakukan untuk menghormati Firaun dan pejabat-pejabatnya. Saat Firaun dinobatkan dan dianggap berubah menjadi dewa, sehingga hari penobatan itu dirayakan lebih besar dari hari kelahiran mereka. Dan ini menjadi pelopor pertama kali di dunia yakni sekitar 3.000 SM.
Sementara itu, pada masa Yunani dan Romawi kuno, bangsa Yunani mengadopsi tradisi ini untuk menghormati dewi bulan, Artemis. Mereka membuat kue madu berbentuk bulat dengan lilin menyala di atasnya agar menyerupai cahaya bulan. Disisi lain, bangsa Romawi pertama mulai merayakan ulang tahun untuk tokoh non-agama, namun awalnya hanya khusus untuk laki-laki. Tapi pada abad ke 12, kaum perempuan pun akhirnya mendapat izin untuk merayakan hari ulang tahun.
Misteri dan Mitos di Balik Tradisi Perayaan Hari Ulang Tahun
Banyak tradisi yang dilakukan pada perayaan hari ulang tahun dari dulu hingga yang terlihat saat sekarang ini. Beberapa diantaranya adalah kue dan prosesi meniup lilin, hingga pada pemberian hadiah. Hal ini ternyata berakar dari ritual pagan masa lalu yang bertujuan untuk menangkal roh jahat dan menyampaikan doa kepada dewa.
Berikut adalah misteri dan makna di balik kebiasaan perayaan ulang tahun:
- Asal usul kue dan bentuk bulat
Bangsa Yunani kuno biasa membuat kue madu berbentuk bulat sebagai persembahan untuk Dewi Artemis (dewi bulan). Bentuk bulat tersebut melambangkan siklus bulan.
Kue kemudian berubah bentuk dan ukuran. Dan awalnya, kue diberikan sebagai cara untuk melindungi anak-anak dari roh jahat.
Sementara itu, saat sekarang ini kue bahkan diganti dengan tumpeng kuning dan dipotong kemudian dibagi-bagikan sebagai bentuk syukur
- Misteri meniup lilin.
Tradisi ini diyakini berasal dari kebiasaan orang-orang di Eropa kuno, seperti masyarakat Jerman pada abad ke-18 (Kinderfest). Mereka menaruh lilin di atas kue untuk melambangkan “cahaya kehidupan”.
Mengapa lilin ditiup? Ternyata pada zaman dahulu, asap lilin yang mengepul ke atas dipercaya dapat membawa doa dan permohonan manusia langsung ke surga. Selain itu, api dan asap lilin juga dianggap sebagai pelindung untuk mengusir roh-roh jahat yang datang mengganggu yang diyakini tertarik pada hari ulang tahun seseorang.
- Pemberian kado dan ucapan
Pada zaman dahulu, memberikan hadiah dan mengucapkan selamat dianggap sebagai cara magis untuk memberikan perlindungan dan mendoakan keberuntungan bagi yang sedang berulang tahun
- Tradisi para Firaun
Catatan sejarah tertua mengenai hari ulang tahun berasal dari Mesir Kuno, di mana perayaan besar diadakan sekitar 3000 SM untuk memperingati hari penobatan Firaun, yang dianggap lahir sebagai dewa.
[]