Hasil MBG akan Dievaluasi dengan Diberikan Tes pada Siswa
ARASYNEWS.COM – Makan bergizi gratis (MBG) telah berjalan di seluruh negeri di Indonesia. Akan tetapi belum semua sekolah di daerah yang mendapat program ini.
Sementara itu, berbagai rintangan masih terus terjadi, diantaranya makanan yang diterima para siswa di sekolah ada yang tidak layak, ada juga yang keracunan, ada yang tidak sesuai, dan bahkan keganjalan dan keanehan lainnya.
Untuk langkah selanjutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) berencana akan mengevaluasi efektivitas program MBG ini setelah penerima manfaat menjalani program selama satu tahun.
Dalam keterangannya yang dikutip, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut, indikator keberhasilan mencakup pertumbuhan fisik dan perkembangan otak para siswa. Untuk pengukurannya akan melibatkan lembaga independen.
Ia mencontohkan hal ini dilakukan di Jepang, di mana peningkatan kualitas gizi terbukti berdampak signifikan pada tinggi badan generasi ke generasi. Dan ia meyakini di Indonesia dapat mengalami hal serupa.
Selain pertumbuhan fisik, BGN juga membuka kemungkinan pengukuran perkembangan otak melalui tes kecerdasan seperti IQ.
Adapun rencana evaluasi ini sejalan dengan pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan yang menekankan pentingnya membandingkan kondisi anak sebelum dan sesudah menerima MBG.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan sejak Januari 2025 ini telah menjangkau sekitar 60 juta orang di seluruh Indonesia, dan ditargetkan mencapai 82,9 juta penerima manfaat sepanjang 2026.
Diketahui, MBG ini pada beberapa daerah juga sudah mulai menyasar kepada ibu hamil-menyusui dan para lansia. Dan di sekolah juga telah menyasar kepada guru dan tenaga-tenaga pendukung pendidikan lainnya di sekolah.
[]