Selat Hormuz Ditutup Total, Kapal Dilarang Melintas, Menteri ESDM Jamin Stok Karena ini

ARASYNEWS.com — Pemerintah Iran resmi menutup total Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional tanpa batas waktu akibat meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Pengumuman penutupan jalur logistik dunia ini dirilis oleh Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA) melalui platform X, yang dikutip pada Sabtu (13/6/2026).

“Karena ketegangan yang dipicu pasukan agresif AS dan pengumuman terbaru Angkatan Bersenjata Republik Islam, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya,” papar Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA).

PGSA langsung meminta seluruh maskapai pelayaran bersabar dan menunggu pemberitahuan operasional lebih lanjut.

Saling Serang Militer

Penutupan mendadak ini dilakukan terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mengulur waktu perundingan pada Rabu (10/6/2026). Washington bahkan mengancam akan melancarkan serangan berskala besar.

Ancaman tersebut menjadi nyata. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan pasukannya telah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Merespons gempuran itu, militer Iran melepaskan tembakan balasan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Jalan Buntu Perundingan

Konfrontasi terbuka ini merupakan kelanjutan dari konflik 28 Februari lalu. Saat itu, jet tempur AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke Teheran dan sejumlah titik di Iran yang menewaskan warga sipil.

Ketegangan sempat mereda ketika kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata, 7 April lalu. Sayangnya, pembicaraan damai lanjutan di Islamabad, Pakistan menemui jalan buntu dan memicu kembalinya aksi saling serang.

Menteri ESDM RI Jamin Stok

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin stok BBM untuk masyarakat di Indonesia tersedia. Ia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional aman karena Indonesia tidak bergantung pada wilayah Timur Tengah.

Disebutkannya, pemerintah Indonesia telah menemukan sumber impor baru di luar kawasan tersebut.

Hal ini setelah dilakukan kerjasama dan negosiasi dengan sejumlah negara lainnya yang memproduksi BBM.

Adapun negara-negara tersebut seperti Aljazair, Afrika, dan negara-negara di Timur lainnya, serta dari kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura.

Meski jumlahnya tidak banyak tapi Kapal Pertamina yang mensuplai BBM dari sejumlah negara tersebut dipastikan aman sehingga rantai pasok nasional tidak terganggu oleh dinamika geopolitik.

[]

You May Also Like