ARASYNEWS.COM – Berbagai masyarakat di dunia peduli akan konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel. Dan konflik ini bahkan menyasar dan mengajak seluruh masyarakat memboikot produk-produk yang mendukung Israel.
Salah satunya adalah McDonald’s. Tagar #BoycottMcDonalds mendapatkan perhatian di seluruh dunia pada Jum’atat setelah terungkap bahwa jaringan makanan cepat saji yang diakui secara global tersebut memberikan dukungan kepada pasukan militer Israel dengan menawarkan makanan gratis.
Dukungan ini disampaikan masyarakat mulai dari Mesir, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya, bahkan juga terjadi di AS.
Seruan Boikot McDonald’s menjadi tren teratas di media sosial saat restoran cepat saji itu menyediakan makanan gratis untuk pasukan Israel yang menyerang Gaza, Palestina.
Dampak seruan itu bahkan hingga turun ke jalan. Polisi Prancis menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa yang dilarang untuk mendukung rakyat Palestina di Paris pada hari Kamis kemarin. Menteri Dalam Negeri Prancis sebelumnya melarang protes pro-Palestina, dengan mengatakan bahwa protes tersebut kemungkinan akan menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.
Meskipun ada larangan, ribuan demonstran pro-Palestina berkumpul di pusat kota Paris dalam kelompok terpisah yang berusaha dipecag oleh polisi. “Kita hidup di negara hukum perdata, negara di mana kita punya hak untuk mengambil sikap dan berdemonstrasi. (Tidak adil) melarang satu pihak dan mengizinkan pihak lain,” kata Charlotte Vautier seorang warga sipil dan karyawan di sebuah organisasi nirlaba yang ikut serta dalam demonstrasi, dikutip dari Reuters, Sabtu (14/10/2023)
Di Indonesia, presiden RI Jokowi belum memberikan tanggapan terkait konflik yang terjadi ini. Akan tetapi, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi memberikan tanggapan tentang seruan boikot kepada McDonald’s yang mendukung Israel.
Menurut Kiai Muhyiddin, umat Islam harus cerdas membaca situasi politik nasional dan global.
“Begitu banyak perusahaan multi nasional yang punya bisnis di Indonesia ternyata sangat pro kepada Israel. Mereka mencari untung di Indonesia tapi membagi keuntungan dan profit ke musuh Islam, Zionis Israel,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/10/2023) kemarin.
Oleh karena itu, Kiai Muhyiddin menyerukan kepada organisasi Islam untuk menanggapi masalah ini dengan mengeluarkan imbauan tegas.
“Semua ormas termasuk MUI diminta agar mengeluarkan imbauan keras supaya melakukan boikot kepada produk perusahaan pro Israel,” tegasnya.
Menurutnya, dengan membeli produk dari perusahaan pendukung Israel itu artinya turut memberikan sumbangsih dalam menghancurkan Palestina.
“Membeli, mengkonsumsi dan menggunakan produk mereka bagaikan menyumbang kepada pihak musuh dan mitranya untuk menghancurkan, membunuh dan memusnahkan rakyat Palestina,” pungkas Kiai Muhyiddin. []