Paslon Prabowo – Gibran Pangkas Subsidi BBM Untuk Program Unggulan Makan Siang Gratis yang Belum Segera Terealisasi

ARASYNEWS.COM – Pasangan Prabowo-Gibran dan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyatakan kemenangannya dari hasil berbagai quick count dan real count Pilpres 2024,

Mereka pun langsung merayakan dengan berpesta. Dan tak lupa juga langsung menyampaikan akan segera melakukan program unggulan yakni makan siang dan susu gratis.

Akan tetapi, program ini tidak akan segera diimplementasikan setelah dilantik pada tahun 2024 ini.

Ketua Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, mengungkapkan, program tersebut baru dapat menyentuh target 82,9 juta warga pada tahun 2029 atau mendekati Pemilu 2029.

Bersifat realistis, Budisatrio menyatakan butuh waktu 4 tahun untuk mencapai target tersebut, dan anggaran program akan disiapkan dengan mempertimbangkan efisiensi dan peningkatan penerimaan anggaran.

“Dalam hitungan kami, target 82,9 juta penerima manfaat program ini baru bisa tercapai pada 2029,” kata Budisatrio dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Budi menyebut bahwa Prabowo dan Gibran perlu mengalokasikan anggaran dengan menghitung pos-pos lain dalam beban APBN untuk dapat menjalankan program susu dan makan siang gratis secara maksimal. Pasalnya, program tersebut membutuhkan anggaran besar yang harus dihitung dampaknya bagi pos anggaran lain.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan penyiapan anggaran untuk program makan siang gratis dilakukan secara bertahap dengan mementingkan skala prioritas.

Dia juga menegaskan, program susu dan makan siang gratis tidak akan menggantikan program lain yang sudah berjalan seperti BPJS atau KIP.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran Eddy Soeparno mengatakan pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan dana subsidi energi selama dua hingga tiga bulan ke depan, setelah menjabat pada Oktober mendatang.

Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan. Eddy menilai 80 persen dari dana subsidi BBM yang mencapai Rp350 triliun, tidak tepat sasaran.

“Kami juga akan menemukannya (biaya program Prabowo) dengan mengurangi subsidi, subsidi yang tidak perlu,” kata Eddy dalam wawancaranya.

“Saat ini kita sedang melihat subsidi energi sebesar Rp350 triliun dimana 80 persen ditargetkan untuk mereka yang tidak memenuhi syarat untuk menerima subsidi. Sehingga kami akan menyesuaikan jumlah subsidi dari subsidi yang sebenarnya,” sambungnya.

Ia juga menuturkan pemerintahan Prabowo bakal meningkatkan rasio pajak untuk membiayai sejumlah program. Eddy mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara dengan sekitar 10 persen produk domestik bruto (PDB).

Angka ini, kata dia, terlampau kecil jika dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara yang memiliki rasio sebesar 14 persen.

Adapun program makan siang dan susu gratis menyasar sekitar 82,9 juta orang yang berasal dari tiga golongan masyarakat.

Pertama, 74,2 juta anak sekolah alias murid. Kedua, 4,3 juta santri. Ketiga, 4,4 juta ibu hamil.

Dan disebutkan, program unggulan ini tidak menyasar pada siswa sekolah lanjutan (SMA/SMK) hingga perguruan tinggi (mahasiswa) dan masyarakat umum.

Program makan siang dan susu gratis masuk dalam ‘8 program hasil terbaik cepat’ dalam visi dan misi Asta Cita yang diusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Program itu digagas guna mengentaskan stunting di Indonesia.

Dilain sisi, dalam berbagai pertemuan, Prabowo Subianto juga sempat menegaskan bahwa menteri yang masuk kabinetnya harus patuh terhadap program ini. []

You May Also Like