ARASYNEWS.COM – Selain membatasi kendaraan-kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar, pemerintah dan Pertamina juga akan membatasi suplai pengiriman dua jenis BBM tersebut ke SPBU-SPBU.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, di setiap wilayah dipastikan tetap akan ada BBM subsidi baik Biosolar maupun Pertalite,” terang Heppy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (4/9/2024).
“Secara jumlah juga kecil aja yang tidak jual Pertalite dan ini tidak ada kaitannya dengan rencana pemerintah [pembatasan Pertalite pada 1 Oktober,” ungkapnya.
Heppy menambahkan SPBU tertentu yang tidak menjual Pertalite ini memungkinkan potensi penghematan Pertalite yang bisa dilihat dari realisasi.
Dari kuota Pertalite 2024 sebesar 31,6 juta kiloliter, realisasi hingga pertengahan Agustus ini baru mencapai 18,6 juta kiloliter atau 59% dari kuota.
“Tapi tenang, masih ada 7.751 SPBU masih menjual Pertalite yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Heppy Wulansari.
Lebih lanjut, ia mengatakan, ada pengaturan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk penentuan SPBU mana saja yang boleh jual Solar maupun Pertalite.
Dijelaskan Heppy, titik-titik SPBU yang menjual BBM subsidi ditentukan oleh BPH Migas dengan berbagai pertimbangan. Kriterianya antara lain jalur transportasi umum, tidak di area pemukiman menengah ke atas, tidak di daerah industri, dan lain-lain.
Upaya ini dilakukan Pertamina agar BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran. []