ARASYNEWS.com — Rawa gambut adalah jenis lahan basah (ekosistem) yang terbentuk dari penumpukan sisa-sisa bahan organik, seperti daun, ranting, dan batang tumbuhan atau pepohonan yang membusuk tidak sempurna selama ribuan tahun di lingkungan yang tergenang air dan miskin oksigen.
Di Indonesia, lahan dengan ketebalan gambut umumnya dihitung mulai dari lebih dari 50 cm, dan luas ekosistemnya mencapai sekitar 20,7 juta hektare yang tersebar luas di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Ekosistem rawa gambut merupakan rumah bagi berbagai jenis makhluk hidup, baik flora (tumbuhan), fauna (hewan), serta juga amfibi yang memiliki adaptasi khusus terhadap lingkungan yang asam dan jenuh air.
Sementara itu, di Indonesia ada beberapa makhluk hidup yang bertahan dan menjadi rumah tempat tinggalnya di rawa gambut.
- Fauna (Hewan)
- Mamalia Terancam Punah:
• Orangutan (Pongo spp.) yang menjadikan hutan rawa gambut sebagai habitat penting.
• Kucing tandang (Prionailurus planiceps) dan musang air (Cynogale bennettii).
• Lutung merah (Presbytis rubicunda) dan macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis). - Burung (Avifauna):
• Bangau hutan rawa (Ciconia stormi) dan angsa sayap putih (Asarcornis scutulata). - Reptil dan Amfibi:
• Buaya.
• Kura-kura byuku (Orlitia borneensis).
• False Swamp Toad (Pseudobufo subasper) serta kodok khas rawa lainnya. - Kerbau Rawa (Kerbau Kalang): Terdapat di beberapa wilayah seperti Kalimantan, yang beradaptasi hidup di kubangan lumpur dan air.
- Flora (Tumbuhan)
Tumbuhan di lahan gambut memiliki sistem perakaran khusus agar tidak tumbang di tanah yang lunak dan asam:
- Pohon Ramin (Gonystylus bancanus)
- Jelutung Rawa (Dyera costulata)
- Punak (Tetramerista glabra)
- Meranti Rawa (Shorea pauciflora) dan Balangeran (Shorea balangeran)
- Rasau (Pandanus atrocarpus) yang sering tumbuh di sepanjang tepi sungai rawa
Sayangnya, hutan rawa gambut adalah salah satu ekosistem yang paling terancam. Penyebab utamanya di antaranya adalah alih fungsi lahan sebagai perkebunan, pembalakan liar dan fragmentasi habitat yang tidak jarang justru menjadi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, serta ancaman kebakaran karena gambut yang telah mulai mengering.
[]