Tercatat sebagai Koperasi Tertua di Riau

ARASYNEWS.com — Koperasi mulai kembali digencarkan didirikan dan dikelola agar berjalan dengan baik. Koperasi-koperasi mulai berdiri di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui sistemnya. Sementara itu, koperasi yang pernah berjalan sebelumnya juga telah banyak yang tidak berlanjut.

Sebagaimana diketahui, Drs H. Mohammad Hatta yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden RI, tercatat sebagai wakil pertama. Ia juga dikenal sebagai “Bapak Koperasi”.

Pada awal kemerdekaan, ia pernah berkunjung ke Midai. Beliau menyatakan kalau Badan Usaha Asy-syarkah al-Ahmadiyah adalah Koperasi tertua di Indonesia.

Kisah ini berawal dari sebelum kemerdekaan, terjadi Perpindahan Pusat Pemerintahan Kesultanan Riau Lingga dari Daik Lingga ke Pulau Penyengat. Semasa Pemerintahan Sultan Abdul Rahman Muazam Syah II pada tahun 1900 Masehi.

Perpindahan Sultan ke Pulau Penyengat disambut baik oleh Belanda. Karena posisi di kepulauan akan menjauhkan Sultan dari rakyat. Residen Belanda juga dapat mengontrol dengan baik aktivitas Sultan Riau.

Di Pulau Penyengat Sultan membangun istana kesultanan yang megah dengan arsitektur bercorak Eropa. Sehingga semakin mantap kedudukan Sultan di Pulau Penyengat.

Untuk memajukan perekonomian dan usaha rakyat. Pada tahun 1906 didirikan badan usaha bernama, Asy-syarkah al-Ahmadiyah di Midai, Pulau Tujuh.
Wilayah itu sekarang masuk administratif Kabupaten Natuna, provinsi Kepulauan Riau atau Kepri.

Pendiri badan usaha bersama rakyat atau koperasi ini, adalah Raja Haji Ahmad bin Raja Umar (Endut). Beliau saat itu masih anak Raja Ali Haji yang merupakan Pahlawan Nasional Indonesia.

Persatuan ekonomi masyarakat ini bergerak pada bidang usaha kopra (kelapa kering). Para petani kopra dikumpulkan dan dibina serta bekerjasama. Masyarakat petani kopra dibina layaknya anggota koperasi seperti sekarang.

Dan koperasi ini bekerja sama dengan Raja Ali Kelana. Kemudian hasil keuntungan mereka membeli sebuah kapal besar yang diberi nama, Karang.

Kopra yang terkumpul di Midai kemudian di pasarkan ke pulau seberang yakni Singapura. Sehingga pemasaran dan penjualan itu sangat membantu usaha masyakarat pengumpul kopra.

Yang dilakukan ini juga terhindar dari monopoli asing dan mendidik masyarakat berekonomi yang maju.

[]

Dok. Ilustrasi

Next Post

No more post

You May Also Like