Danau dan Kolam Air Asin Ditemukan di Daratan Indonesia

Danau-danau di Indonesia yang Memiliki Air Asin Hingga Temuan Hewan Laut

ARASYNEWS.com — Danau yang ada di daratan biasanya berair tawar, akan tetapi tidak bagi danau-danau ini.

Fenomena unik ini sudah terjadi sejak dahulu kala, hingga berbagai penelitian juga telah dilakukan. Air yang terdapat dalam danau ini memiliki air asin seperti air pada laut.

Dan tempat-tempat ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menikmatinya.

Hingga saat ini, baru beberapa danau yang ada di daratan yang airnya asin.

Danau Lenmakana

Danau ini berada di Misool, Raja Ampat. Luas danau ini sekitar 1,25 ha dengan kedalaman 18 meter.

Kandungan air asin pada danau Lenmakana disebabkan oleh adanya koridor yang menghubungkan danau tersebut dengan air laut.

Untuk menuju Danau Lenmakana harus melalui trek yang cukup sulit dan menantang berupa bebatuan karang.

Di danau ini ditemukan ubur-ubur dan terlihat jelas karena kondisi airnya yang jernih.

Danau Weekuri

Berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Barat. Air asin pada danau ini berasal dari air laut hasil percikan karang yang menerobos masuk ke daratan.

Danau Weekuri memiliki kedalaman yang bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 2,5 meter

Pada saat air laut pasang, kedalamannya bisa mencapai 5 meter. Karena kandungan garamnya yang cukup tinggi, membuat siapapun yang berendam di danau ini bisa terapung.

Danau Satonda

Danau ini berada di tengah-tengah Pulau Satonda dan masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu, NTB.

Danau Satonda memiliki luas 335 meter persegi dengan kedalaman 85 meter.

Danau ini diperkirakan terbentuk karena dampak dari letusan Gunung Tambora yang terjadi pada tahun 1815, dan menyebabkan tsunami hebat sehingga air laut terperangkap di Pulau Satonda.

Keunikan dari danau ini adalah airnya yang asin memiliki tingkat kebasaan yang lebih tinggi dari pada air laut pada umumnya. Oleh karena itu, hanya terdapat beberapa jenis keong/siput dan ganggang yang mampu hidup di danau ini.

Danau Napabale

Berada di Desa Lohia, Kabupaten Muna dan berjarak 15 km dari Kota Raha, Ibukota Kabupaten Muna, provinsi Sulawesi Tenggara.

Air asin pada Danau Napabale berasal dari pantai di Selat Buton. Air laut bisa masuk ke danau karena keberadaan terowongan alam sepanjang 30 m dengan lebar 9 m. Ketika air laut surut, terowongan alam tersebut bisa di lewati oleh nelayan atau wisatawan untuk menuju ke pantai, sedangkan ketika air laut pasang, terowongan alam tersebut tertutup sepenuhnya oleh air.

Mencapai danau ini bisa memanfaatkan jasa sewa perahu. Dan di kawasan ini juga bisa melakukan aktivitas lainnya seperti diving, snorkeling.

Danau Kakaban

Danau ini berada di Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Danau Kakaban merupakan danau purba yang terbentuk dari air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban ditambah dengan air yang bersumber dari dalam tanah dan air hujan sejak jutaan tahun yang lalu.

Uniknya, tak hanya air laut yang terperangkap, ubur-ubur yang mendiami danau tersebut juga terperangkap hingga kemudian berevolusi dan bisa hidup di perairan danau tersebut.

Di danau ini terdapat 4 jenis ubur-ubur yang menghuni, yaitu ubur-ubur bulan, ubur-ubur terbalik, ubur-ubur totol, dan ubur-ubur kotak.

Wisatawan bisa melakukan aktivitas berenang dengan ditemani ubur-ubur yang terasa kenyal apabila tersentuh. Ubur-ubur tersebut tidak menyengat sehingga aman bagi para wisatawan.

Tabek Asin

Untuk di Pulau Sumatera, juga ada air asin yang ditemukan di air yang tergenang di daratan. Memang bukan danau yang ukurannya luas, melainkan seperti kolam. Masyarakat menamainya dengan Tabek Asin atau kolam asin.

Lokasinya berada di Kenagarian Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Air asin pada Tabek ini sangat unik dan mata air diduga merupakan aliran air dari Gunung Marapi.

Meskipun daerah Batu Palano sangat jauh dari laut, kolam ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan rasa air yang asin.

Belum ada penelitian yang resmi dan kesimpulan. Hanya saja menurut keyakinan masyarakat, rasa asin ini dihasilkan oleh beberapa unsur kimia seperti aluminium, mangan, magnesium, kalsium, kalium, natrium, dan klorida, yang pekat bercampur dengan magma dan bebatuan pembentuk gunung api.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like