Hewan-hewan Turun ke Ladang Warga di Kaki Gunung Marapi, Warga Khawatir

ARASYNEWS.COM, AGAM – Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat hingga kini terus mengeluarkan abu vulkanik dari kawah. Beberapa hari terakhir terjadi peningkatan aktivitasnya.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat menjadi siaga (level III) dari sebelumnya level II (waspada). Hal itu dipicu aktivitas erupsi yang terus terjadi.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka PVMBG menaikkan status Marapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Status ini diberlakukan sejak Rabu, 6 November 2024 pada pukul 15.00 wib,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan tertulisnya.

“Rangkaian erupsi atau letusan secara tidak kontinyu masih berlanjut sampai saat ini sebagai akibat dari dinamika naik turunnya pasokan fluida dari kedalaman tubuh Gunung Marapi, yang teramati utamanya dari fluktuasi tinggi kolom abu erupsi maupun kegempaan,” sebutnya.

Baru-baru ini terlihat penampakan di sekitar gunung Marapi. Warga melihat beberapa hewan hutan turun gunung masuk ke ladang yang dekat pemukiman warga di kaki gunung.

Penampakan ini terlihat di nagari Bukit Batabuah kabupaten Agam. Dan ini menimbulkan kecemasan warga.

Kepastian ini juga disampaikan Kepala Desa Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang. Ia menerima laporan dari warga.

“Kami menerima laporan masyarakat kemudian mencek dan melihat langsung ada beberapa ekor monyet jenis simpai, kijang hingga beruang madu yang turun ke sekitar ladang dekat pemukiman warga,” kata Kepala Desa Bukik Batabuah, Firdaus, Kamis (7/11) kemarin.

Ia mengungkap adanya kekhawatiran dari warga yang menganggap itu sebagai pertanda alam terkait bencana yang lebih besar dari Gunung Marapi.

“Ini menjadi kecemasan warga karena jika dilihat ke masa sebelumnya, hewan-hewan gunung juga turun ke permukiman warga sebelum erupsi utama di awal Desember 2023 lalu,” ungkap Firdaus.

“Warga menganggap yang terlihat beberapa hari ini sebagai pertanda bahwa Gunung Marapi sedang tidak aman. Semoga saja tidak terjadi hal-hal yang ditakutkan,” kata Firdaus.

Lebih lanjut, dikatakannya, pemerintah nagari tengah melakukan sosialisasi dan imbauan langkah-langkah yang akan dilakukan, terutama erupsi abu vulkanik dan banjir lahar dingin.

Dan untuk evakuasi, dikatakannya belum ada instruksi dari pemerintah dan pihak berwenang.

Untuk data jumlah penduduk yang bermukim di kaki gunung Marapi ini dikatakan ada sekitar 1.300 jiwa. Dan warga masih beraktifitas normal seperti bertani, berladang, dan sekolah. []

You May Also Like