ARASYNEWS.COM – Hasil perhitungan cepat atau quick count sementara dan juga dilansir dari kawalpemilu.org dan Poltracking Indonesia dengan data yang diambil pada pukul 18.00 WIB, Rabu, 14 Februari, di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan pasangan nomor urut 01 unggul di Sumbar.
Quick count sendiri hanyalah sebuah perhitungan cepat yang tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama dalam menghitung seluruh suara. Adapun hasil akhir perhitungan suara yang sah adalah dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil Quick Count ini dapat saja berubah-ubah sewaktu-waktu.
Pasangan nomor urut 01 dengan pencapaian 62,69%, disusul oleh pasangan nomor urut 02 sebanyak 32,17% dan pasangan no urut 03 5,15%.
Persentase tersebut adalah data 1.581 dari 17.569 TPS yang tersebar di Sumatera Barat atau sebesar 9% dari total keseluruhan.
Rincian ini dari persentase pemilih dari setiap kabupaten/kota yang telah masuk dan ada beberapa kabupaten/kota belum memiliki persentase.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengakui kekalahan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Pilpres 2024, meski menang secara nasional dengan hasil Quick Count 55%.
Selain Sumbar, Nusron juga mengakui kekalahan dari pasangan calon 01 di Provinsi Aceh. Dua wilayah ini merupakan daerah yang kuat akan agama Islam-nya.
“Mungkin kalah tipis hanya di Aceh dan Sumatera Barat,” katanya, Rabu (14/2/2024), dalam keterangan yang dikutip.
Untuk di pulau Sumatera, Pasangan nomor urut 02 disebutkan menang telak dari hasil hitung cepat Politika Research & Consulting (PRC).
Prabowo – Gibran unggul di 8 Provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Sumut 62,17%, Riau 56,57%, Kepulauan Riau 52,20%, Jambi 72,52%, Bengkulu 64,67%, Sumatera Selatan 70,37%, Kepulauan Bangka Belitung 62,85% dan Lampung 68,39%.
Sementara pasangan no urut 01 hanya memenangkan 2 Provinsi yang ada di Pulau Sumatera, yaitu di Aceh 78,75% dan di Sumbar 56,38%.
Sementara itu, berdasarkan hasil nasional Quick Count, Pasangan Prabowo-Gibran unggul di angka 50 persen lebih dan disusul Anies-Imin 25 persen dan Ganjar-Mahfud pada angka 16 persen. []