ARASYNEWS.com — Warga yang membunuh satwa langka Tapir (Tapirus indicus) di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, diburu. Dalam kasus ini dan dalam video yang beredar ada enam orang pelaku.
Saat ini, empat pelaku sudah ditangkap, sementara dua pelaku lainnya masih diburu.
Diketahui, daging tapir yang disembelih dan dipotong secara keji itu sempat dimasak rica-rica oleh para pelaku.
Dalam keterangannya yang dikutip, Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, dari hasil penangkapan polisi menemukan sisa daging dan tulang tapir di lokasi kejadian.
Hasil dari penyelidikan sementara menunjukkan sebagian daging satwa dilindungi itu telah diolah oleh para pelaku.
“Selain sisa daging dan tulang, polisi juga menyita barang bukti berupa tombak, golok, kulit tapir, serta rekaman video yang memperlihatkan kondisi satwa setelah disembelih,” terangnya, Jum’at (3/7).
“Saat ini, empat orang sudah kami amankan. Masih ada dua pelaku lagi yang sedang kami lakukan pengejaran. Identitas mereka sudah kami kantongi, tetapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.
Firdaus mengimbau kedua pelaku yang masih dicari agar kooperatif dan segera menyerahkan diri.
Firdaus menegaskan, sebelum kejadian tersebut polisi telah mengingatkan masyarakat agar tidak memburu satwa dilindungi.
“Sebelumnya kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan perburuan, apalagi membunuh satwa yang dilindungi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakannya, polisi juga mendalami motif yang dilakukan para pelaku dan juga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Para pelaku dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula saat seekor tapir muncul di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, pada Kamis (2/7/2026).
Setelah cukup lama di jalan lintas, satwa itu kembali masuk ke kawasan hutan. Tapi satwa itu dikejar warga hingga ditangkap, kemudian ditombak, disembelih, dan dipotong-potong.
Sebagian daging dibagikan kepada warga, sementara sebagian lainnya dimasak.
Video kemunculan tapir hingga kondisi satwa setelah disembelih kemudian viral di media sosial.
[]
Sc. Kompascom