Gumpalan Berwarna Hitam Malayang, Gegerkan Warga

ARASYNEWS.COM – Gumpalan berwarna hitam terbang melayang dekat perumahan warga, mirip busa dan berbau busuk. Penampakan ini diunggah ke media sosial dan disebutkan terjadi di Subang, Jawa Barat pada Selasa (29/10/2025).

Setelah beberapa saat melayang di udara, gumpalan itu jatuh ke tanah dan terlihat menyerupai buih.

Benda yang terlihat beberapa itu pun menjadi viral diperbincangkan dan diduga merupakan campuran hasil limbah pabrik.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memastikan fenomena itu bukan peristiwa alam yang disebabkan oleh cuaca atau aktivitas atmosfer. Dan diimbau kepada warga hingga dilakukan penelitian untuk tidak menyentuhnya.

BMKG menjelaskan, secara ilmiah awan terbentuk dari proses kondensasi uap air di atmosfer dengan pola, ketinggian, dan karakteristik tertentu yang bisa diidentifikasi melalui citra satelit maupun radar cuaca.

“Berdasarkan analisis data meteorologi, fenomena gumpalan hitam di Subang tidak termasuk dalam kategori awan atau fenomena atmosfer lainnya,” tulis BMKG Jawa Barat, Selasa (29/10/2025) kemarin.

BMKG juga mengasumsi sementara bahwa gumpalan hitam itu kemungkinan besar berasal dari aktivitas di permukaan bumi.

“Fenomena yang tampak berupa gumpalan hitam tersebut lebih mungkin berasal dari proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lainnya yang menyebabkan terbentuknya busa atau material ringan yang kemudian terangkat oleh angin,” diterangkan BMKG

Untuk memastikan sumber dan kandungan materialnya, BMKG menyarankan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau BPBD setempat melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian.

BMKG Jawa Barat menyatakan akan terus memantau kondisi cuaca dan atmosfer di wilayah Subang serta siap memberikan dukungan data jika dibutuhkan untuk kajian lebih mendalam oleh instansi berwenang.

“Kami terus melakukan pemantauan rutin terhadap dinamika cuaca dan atmosfer. Jika diperlukan, kami siap membantu analisis data untuk mendukung investigasi lanjutan,” tulis BMKG Jabar dalam pernyataan yang dipublikasikan.

[]

You May Also Like