Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Disinggung dan Merusak

ARASYNEWS.COM – Pemberian gelar pahlawan menuai pro-kontra, yakni pada Soeharto yang ditetapkan pada Senin (10/11/2025) pada hari peringatan pahlawan.

Salah satu yang menentang adalah dari Gusdurian. Gusdurian menentang dan menyatakan penolakan terhadap keputusan Presiden Prabowo yang memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto yang dulu pernah menjabat sebagai presiden RI ke 2.

Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menilai bahwa penetapan tersebut merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi dan semangat reformasi 1998.

Oleh sebab itu Gusdurian meminta pemerintah lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menetapkan gelar pahlawan agar tidak melukai keadilan masyarakat

“Pemberian pahlawan kepada Soeharto merupakan sebuah penghianatan pada demokrasi khususnya terhadap gerakan reformasi yang telah menumbangkan rezim otoritarianisme yang korup,” ujar Alissa.

Bukan hanya itu saja, di media sosial banyak dikomentari tentang hal ini. Salah satu yang dikutip dan pernah disampaikan akun Fufufafa. Unggahan itu kembali menjadi sorotan dan perbincangan sesuai Prabowo memberikan gelar pahlawan nasional untuk 10 tokoh tersebut.

Dalam unggahannya fufufafa menuliskan tentang Presiden Prabowo yang memberikan gelar pada Soeharto.
Unggahan Fufufafa itu dituliskan pada 21 Juni 2014 silam.

“Saya lagi membayangkan Prabowo ngasih gelar pahlawan nasional kepada Soeharto,” ditulisnya.
Ia lantas menyinggung soal Titiek Soeharto yang juga mantan istri dari Presiden Prabowo Subianto.

“Terus, pas udah dinyatakan resmi lalu ia teriak: Titik kembalilah kepelukanku ,” dituliskan akun tersebut.

Unggahan itu lantas viral di berbagai platform media sosial X. Akun fufufafa tersebut kembali dikaitkan dengan wapres Gibran Rakabuming Raka, tapi tapi sudah berkali-kali dibantah olehnya.
Staf khusus presiden Grace Natalie, juga sudah pernah menegaskan bahwa belum ada bukti yang pasti bahwa akun fukufafa milik Gibran.

Munculnya kembali unggahan akun fufufafa ini bertepatan dengan pemberian gelar pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025).

Adapun 10 orang tokoh disematkan gelar pahlawan nasional oleh presiden Prabowo karena berjasa untuk tanah air.

Mereka diantaranya adalah presiden ke-2 RI Soeharto, presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gusdur), aktivis buruh Marsinah, menteri luar negeri 1978 sampai 1988 Mochtar Kusumaatmadja, tokoh Islam Ramah El Yunusiyah, tokoh militer Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Bima ke-16 Sultan Muhammad Salahuddin, ulama Bangkalan Syaikhona Muhammad Kholil, raja Raya kerajaan Simalungun Tuan Rondahaim Saragih, dan Sultan Tidore ke-37 Zainal Abidin Syah.

Disisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers menyebutkan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional ini merupakan bagian dari menghormati para pendahulu. Terutama para pemimpin-pemimpin yang memiliki jasa yang luar biasa kepada bangsa dan negara.

Soeharto juga tetap disahkan sebagai pahlawan nasional karena berhasil membangun perekonomian dan swasembada pangan. Selain itu, nama Soeharto juga telah tiga kali diajukan untuk masuk ke dalam daftar pahlawan nasional.

Dan Soeharto juga pada masanya menjadi presiden RI memimpin secara otoriter hingga mengacak-acak demokrasi Indonesia dengan mengendalikan MPR-DPR dan lembaga-lembaga lainnya. Bahkan juga membuat perekonomian rusak akibat utang luar negeri yang dilakukannya.

Ia juga telah mendapat tahanan rumah atau keputusan pengadilan karena kesalahan yang dilakukan pada masa kepemimpinannya menjadi presiden RI. []

You May Also Like