ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Banyak yang menyesali rencana Gubernur Riau Syamsuar bersama istri dan pejabat lainnya di tingkat provinsi yang akan berangkat ke Jerman dalam waktu dekat.
Tujuan keberangkatan mereka-mereka ini adalah untuk menghadiri undangan dari Pemerintah Jerman. Kunker ini dilakukan terkait kerjasama internasional antara Pemprov Riau dengan Pemerintah Jerman dalam program Ausbildung, yang dilaksanakan oleh Global Katalyst di bidang pendidikan itu. Kegiatan itu diperkirakan berlangsung seminggu lebih mulai dari tanggal 20 hingga 28 Oktober 2023.
Apakah anggaran kunker ini masuk dalam APBD?
DPRD Riau mengatakan, anggaran kunker Gubernur Riau bersama rombongannya itu ke luar negeri tidak ada di APBD Riau.
“Pertama keberangkatan ini menggunakan dana apa. Apakah ini sudah dianggarkan di APBD murni atau APBD perubahan. Kalau murni setahu saya tidak ada, tetapi kalau perubahan juga seperti apa karena DIPA belum keluar, agak aneh juga,” dikutip dari keterangan anggota Badan Anggaran DPRD Riau Ade Agus, Rabu (11/10/2023).
Ade sendiri juga tidak mengetahui keberangkatan ini dibiayai pihak yang mana.
Selain itu, juga disorot bahwa ada satu orang dalam rombongan yang merupakan pihak travel.
“Kalau dibiayai pihak ketiga, ini kapasitas apa. Ada travel itu pakai anggaran mana. Lalu beliau ini kan sudah mengundurkan diri dan di Paripurna di DPRD. Hormatilah keputusan yang dia ambil sendiri. Inikan keputusan politik,” dikatakan Ade.
Disisi lain, sebelumnya, Syamsuar sendiri telah mengumumkan mundur sebagai Gubernur Riau yang disampaikan dalam surat dan rapat paripurna DPRD Riau. Syamsuar akan maju sebagai calon legislatif dari partai Golkar.
Dan tentang kunker ini, dikatakannya adalah waktu yang tidak tepat. Hal ini lantaran provinsi Riau tengah fokus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan dan kabut asap serta ISPA yang diderita masyarakat.
“Fokus saja, dia mundur jadi caleg ya fokus caleg,” imbuhnya.
“Terlebih kondisi Riau saat ini sedang tidak baik, semua diminta padamkan api bahkan sampai tingkat RT,” tukasnya.
“Sebenarnya, perjalanan ini tidak dipersoalkan. Namun konteksnya ini jauh dari kondisi normal, pertama dia sudah mundur dan kurang elok rasanya dia masih gunakan fasilitas-fasilitas yang ada,” tukas Ade.
Dan salah satu yang menjadi perbincangan yang mengherankan adalah orang-orang yang berangkat ke Jerman ini ada pihak yang tidak terkait hingga istri.
“Anggaran masyarakat berhak tahu. Ada istri salah satu pejabat, itu kapasitasnya apa. Ikut itu dasarnya apa. Kita sayangkan, tapi karena itu kebijakan yang dia pilih ya hormati,” dipertanyakannya. []