Berpuasa Saat Cuaca Panas

ARASYNEWS.COM – Secara bahasa, Ramadhan berasal dari kata bahasa Arab ar-ramad (الرمض) yang berarti panas menyengat, terik membakar, atau kekeringan. Penamaan ini merujuk pada kondisi cuaca yang sangat panas saat bulan ramadhan ditetapkan serta secara filosofis bermakna bulan yang membakar dosa-dosa manusia.

Ramadhan dipahami sebagai bulan pengampunan di mana dosa-dosa “dibakar” habis oleh amal ibadah.

Pada masa Rasulullah SAW, di tanah Arab, cuaca panas kerap melanda saat bulan puasa. Perasaan gerah, panas tubuh dan rasa tidak nyaman mempengaruhi para sahabat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama para sahabatnya pernah mengalami puasa di saat panas terik matahari sedang menyengat. Beliau kemudian menyegarkan diri dengan air.

Dalam kitab Muntaqal Akhbar min Ahaditsi Sayyidil Akhyar, Ibnu Taimiyah menukil hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud.

عن أبي بكر بن عبد الرحمن عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال “رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يصب الماء على رأسه من الحر وهو صائم” رواه أحمد وأبو داود.

Dari Abu Bakar bin Abdurrahman dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia berkata, “Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menuang air di atas kepalanya lantaran panas. Sementara beliau sedang berpuasa.”

Menguraikan hadits ini, Muhammad bin Ali As-Syaukani dalam Nailul Authar mengatakan:

قوله ” يصب الماء على رأسه” الخ فيه دليل على أنه يجوز للصائم أن يكسر الحر بصب الماء على بعض بدنه أو كله وقد ذهب الى ذلك الجمهور ولم يفرقوا بين الاغتسال الواجبة والمسنونة والمباحة.

Yang artinya “menuang air di atas kepalanya” menjadi dalil atas kebolehan seorang yang sedang berpuasa menyegarkan diri saat cuaca panas dengan menuangkan air pada sebagian atau ke seluruh bagian tubuhnya.

Berdasar pada keterangan di atas, upaya menyegarkan tubuh yang sedang berpuasa saat panas menyengat bisa dilakukan misalnya dengan guyuran air ke bagian tubuh baik sebagian atau keseluruhan.

Diketahui, cara ini setidaknya bisa mengurangi beban orang yang berpuasa saat kepanasan tanpa mencederai atau membatalkan puasa, asalkan tidak meminum air.

Wallahu A’lam bish shawab

[]

You May Also Like