ARASYNEWS.COM – Salah satu bangunan tua di Riau berada di Jalan Diponegoro nomor 251, Rambah, kabupaten Rokan Hulu. Bangunan ini telah beroperasi sejak tahun 1916 yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.
Dahulunya merupakan Hollands Inlandse School (HIS) yang diperuntukkan untuk pribumi.
Hingga kini, bangunan tua ini memiliki nilai historis dan masuk dalam salah satu cagar budaya tidak bergerak oleh BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Sumatera Barat.
Dikutip dari Kebudayaan Kemdikbud, di HIS pada zaman dahulu dipergunakan kurikulum yang tercantum dalam Statuta 1914 No. 764, yaitu meliputi semua pelajaran ELS (Europese Lagere School).
Di HIS diajarkan membaca dan menulis bahasa daerah dalam aksara Latin dan Melayu dalam tulisan Arab dan Latin dan bahasa Belanda.
Sementara itu, latar belakang berdirinya HIS ini, tidak terlepas dari perkembangan pendidikan di zaman kolonial Belanda dan diberlakukannya “politik etis” di Indonesia. Secara umum politik etis ini juga disebutkan sebagai “balas budi” dari kolonial Belanda kepada daerah jajahan terkait berbagai perlakukan terhadap daerah jajahannya.
Pengaruh politik etis ini dalam bidang pengajaran dan pendidikan, berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan dan pengajaran di Hindia Belanda (Indonesia). Secara umum dasar didirikannya HIS adalah keinginan yang kuat dari rakyat Indonesia sendiri untuk mendapatkan pendidikan ala Barat.
Dikemudian hari, hal tersebut akan meningkatkan taraf pemikiran pemuda-pemudi Indonesia untuk bergerak menyongsong kemerdekaan dikemudian hari.

Diketahui, bangunan tua ini masih bertahan hingga saat ini yang difungsikan sebagai pusat pendidikan. Hanya saja, dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu yang difungsikan sebagai sekolah SDN 001 Rambah.
Bangunan tua masih terlihat, tetapi ada beberapa perbaikan, dan juga ada tambahan bangunan lainnya di sisi kiri dan kanan bangunan lama. Bangunan ini berada dalam lingkungan sekolah yang mana di samping kiri dan kanan belakang bangunan ini telah berdiri bangunan baru.
Bangunan sekolah ini memiliki arsitektur Melayu berbentuk rumah panggung dengan jarak dari tanah sekitar 1 meter. Bangunan berdenah empat persegi panjang yang dibagi atas ruang-ruang dengan jumlah sebanyak 5 ruang. Bangunan ini memiliki pintu sebanyak 10 buah pintu dengan tiap ruang memiliki pintu sebanyak 2 buah yaitu pada bagian depan dan belakang yang posisinya bersamaan, sedangkan jendela sebanyak 20 buah jendela. Tinggi bangunan 6 meter dengan panjang 33 m, lebar 6 meter dengan luas 198 meter persegi.
Pada dasarnya bangunan ini belum mengalami perubahan tapi sudah dilakukan pemugaran dengan tidak merubah struktur asli dari bangunan ini yang di pugar pada tahun 2005 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu.
Sekolah ini persis berada di pinggir jalan raya Pasir Pengaraian tepatnya depan alun-alun kota. []
Sc. Kebudayaan Kemendikbud