Bantuan Luar Negeri Ditolak Gubernur Riau

ARASYNEWS.COM – Saat ini provinsi Riau tengah dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dan hingga kini, berbagai upaya pemadaman oleh dinas instansi terkait tengah dilangsungkan.

Dampak kabut asap yang ditimbulkan bukan hanya di wilayah Riau saja, bahkan juga telah sampai ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Dan beberapa waktu lalu, untuk pemadaman, pemerintah negara tetangga bahkan mencoba untuk mengirimkan bantuan ke Riau.

Hanya saja, bantuan ini ditolak Gubernur Riau Abdul Wahid. Ia menyebutkan saat ini Riau dan Indonesia masih bisa menangani hal ini.

‘’Kemarin ada yang menawarkan dari luar negeri kepada saya, tapi saya tolak. Karena saya yakin bahwa Pemerintah Provinsi Riau dan Republik Indonesia masih bisa menangani ini. Niat baik teman-teman negara tetangga, saya ucapkan terima kasih. Tapi kita masih bisa menangani ini,” ungkap Gubernur Riau Abdul Wahid, Kamis (24/7).

Gubri juga menjelaskan, ada beberapa wilayah di Riau yang difokuskan untuk pemadaman oleh regu pemadam. Diantaranya adalah di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, dan Dumai.

“Perhatian utama kini tertuju pada Rokan Hilir yang masih diselimuti asap tebal akibat luasnya areal terbakar,” kata Gubri.

“Proses pemadaman dilakukan melalui darat dan udara. Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau terus berjibaku memadamkan api yang melahap lahan di wilayah itu.

“Api belum sepenuhnya padam. Kita bergerak cepat, karena kalau tidak cepat, kebakaran akan terus meluas. Tapi, untuk saat ini bisa kita kendalikan,” kata Gubri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan pihak kepentingan lainnya yang turut membantu penanggulangan bencana ini. Gubri juga berharap kolaborasi terus terjalin demi penanganan maksimal.

Saat ini, pemerintah daerah telah menambah 200 personel dari sejumlah perusahaan untuk bergabung dalam upaya pemadaman selama satu minggu kedepan.

“Kalau belum padam seminggu, kita tambah lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubri menjelaskan, bahwa luas lahan terbakar sempat mencapai 1.000 hektare. Namun, dalam dua hingga tiga hari terakhir, telah berkurang menjadi sekitar 200 hektare. []

You May Also Like