ARASYNEWS.COM – Kampar adalah sebuah wilayah kabupaten yang berada di provinsi Riau, Indonesia. Di samping julukan sebagai Bumi Sarimadu. Kampar juga dikenal dengan julukan Serambi Mekkah di provinsi Riau. Kabupaten ini memiliki luas 11.289,28 km² atau 12,26% dari luas provinsi Riau dengan Ibukota Kampar berada di Bangkinang.
Kabupaten Kampar adalah salah satu Kabupaten di propinsi Riau lahir pada tanggal 6 februari 1950, hal ini tertuang dalam Perda Kabupaten Kampar Nomor 02 tahun 1999 dengan rujukan peraturan undang-undang ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah, Nomor : 3 / DC / STG / 50 tanggal 06 Februari 1950. dan secara administratif pemerintahan Kabupaten Kampar dipimpin oleh Bupati pertama pada tahun 1958.
Jauh sebelumnya Kampar telah memiliki sejarah panjang dengan Limo Koto, dimana daerah ini, dulunya adalah bagian dari persukuan Minangkabau di Sumatera Barat, semasa pemerintahan sistem adat kenegerian yang dipimpin oleh datuk atau ninik mamak.
Pemerintahan Kampar dikenal dengan sebutan “Andiko 44” yang termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Andiko 44 adalah XIII Koto Kampar, VIII Koto Setingkai (Kampar Kiri), daerah Limo Koto (Kuok, Bangkinang, Salo, Airtiris dan Rumbio), X Koto di Tapung ( Tapung Kiri VII dan Tapung Kanan III), III Koto Sibalimbiong (Siabu), Rokan IV Koto dan Pintu Rayo
Kampar memiliki catatan sejarah yang membuktikan asal usul dan identitas diri masyarakatnya dengan adanya situs-situs kerajaan seperti terdapat di Darussalam.
Pemerintah Darussalam di Kabupaten Kampar, Riau, sampai saat ini masih menyisakan kejayaannya. Hal itu bisa terlihat dari masih berdirinya situs bersejarah Istana Kerajaan Darussalam hingga kini.
Istana Kerajaan Darussalam berdiri di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Tidak ada keterangan pasti tentang kapan raja Darussalam pertama berkuasa. Literatur sejarah Melayu pun tidak banyak menjelaskan asal-usul kerajaan di pinggir Sungai Kampar ini. Hanya, para tokoh adat di Gunung Sahilan, memperkirakan Kerajaan Darussalam diperkirakan berdiri sekitar tahun 1901.
Selanjutnya, setelah Indonesia merdeka, kekuasaan raja diambil alih pemerintah Republik Indonesia. Sayangnya, meski bernilai sejarah tinggi, istana dan benda pusaka Kerajaan Darussalam, tidak terawat dengan baik. Beberapa bagian istana terlihat rusak. Bangunan yang sudah berdiri ratusan tahun ini lapuk dimakan usia.
Selain Kerajaan Darussalam, di Provinsi Riau, juga pernah berdiri sejumlah kerajaan Melayu, antara lain Kerajaan Siak, Kunto Darussalam, Indragiri dan Pelalawan. Umumnya, kekuasaan kerajaan-kerajaan ini berada di bawah pengaruh dua kerajaan besar, yakni Malaka dan Kerajaan Pagaruyung.
Dalam rentang waktu yang cukup panjang Kabupaten Kampar telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan, beberapa diantaranya pembangunan gedung dan jalan yang salah satunya adalah ruas jalan tol yang saat ini telah mencapai XIII Koto Kampar.
Tentang XIII Koto Kampar
Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kampar yang terbentuk dari pemekaran wilayah Kecamatan Bangkinang pada saat itu disebut dengan Kapercam XIII Koto Kampar yang berkedudukan di Muara Mahat.
Sejalan dengan perkembangan daerah setelah Bangkinang menjadi ibukota Kabupaten Kampar maka Kota Bangkinang menjadi satu Kecamatan sebagai Ibukota Kabupaten. Dan Kapercam XIII Koto Kampar di defenitifkan sebagai satu Kecamatan yang pusatnya di Batu Bersurat.
Penamaan XIII Koto nama Kecamatan di ambil dari jumlah kota yang ada disepanjang aliran sungai Kampar yaitu 13 Koto (Desa) yang termasuk wilayah Delapan Koto Setangkai Balung, Koto merupakan suatu pemukiman masyarakat yang sekarang disebut dengan desa.
Angka 13 Romawi pada tulisan nama Kecamatan XIII Koto Kampar sangat erat kaitannya adat budaya Pucuk Andiko 44 yang telago undangnyo terletak di Desa Muara Takus, termasuk angka Romawi dalam tulisannya menandakan adanya peradaban manusia masa lalu dengan bukti sejarah Cagar Budaya Candi Muara Takus.
Kecamatan XIII Koto Kampar terdiri dari 1 Kelurahan dan 12 Desa yaitu Kelurahan Batu Bersurat, Desa Binamang, Desa Pongkai Istiqomah, Desa Koto Tuo, Desa Koto Tuo Barat, Desa Muara Takus, Desa Gunung Bungsu, Desa Tanjung Alai, Desa Koto Mesjid, Desa Pulau Gadang, Desa Lubuk Agung, Desa Ranah Sungkai dan Desa Balung.
Kecamatan XIII Koto Kampar memiliki luas wilayah adalah 732,40 KM2. Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kampar yang terbentuk dari pemekaran wilayah Kecamatan Bangkinang pada saat itu disebut dengan Kapercam XIII Koto Kampar yang berkedudukan di Muara Mahat.
Pada tahun 1981 berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku bahwa setiap Ibumota Kecamatan dijadikan Kelurahan sebagai Kecamatan XIII Koto Kampar menjadi 12 Desa dan 2 Kelurahan: Kelurahan Batu Bersurat Ibukota Kelurahan dan Kelurahan Muara Mahat Desa Muda Tanjung Alai.
Pada tahun 1987 pemerintah membangun proyek PLTA Koto Panjang dan penggunaanya dimulai pada bulan Maret 1993 yang menyebabkan dipindahkannya 6 Desa dan 2 Kelurahan di Kecamatan XIII Koto Kampar melalui program transmigrasi didalam wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar.
Dengan perkembangan penduduk dan pembangunan-bangunan yang ada serta kepentingan pelayanan ada beberapa Desa/Kelurahan yang dimekarkan sebagai Kecamatan XIII Koto Kampar menjadi 18 Desa dan satu Kelurahan. Kemudian dengan kepentingan itu Kecamatan XIII Koto Kampar dimekarkan menjadi dua Kecamatan.
Pada tahun 2007 yaitu Kecamatan Koto Kampar Hulu sebagai pemekaran yang berpusat di Desa Tanjung dengan jumlah 6 Desa dan Kecamatan XIII Koto Kampar kembali menjadi 12 Desa 1 Kelurahan (13 Desa).
Di Kecamatan XIII Koto Kampar memiliki objek wisata antara lain, Candi Muara Takus, Destinasi Ulu Kasok, Puncak Kompe dan Air Terjun Gulamo.
Pada umumnya wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar sudah dilalui beberapa ruas jalan baik itu jalan negara, Sumbar – Riau, jalan kabupaten yang dimanfaatkan sebagai arus transportasi orang dan barang
Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan Kecamatan yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga (Provinsi Sumatera Barat) yang dilalui jalan negara menuju sumbar ± 38 Km, jalan provinsi ± 39 Km, menuju Kabupaten Rokan Hulu dan poros atau Desa lainnya.
Tak lama lagi, di kawasan XIII Koto Kampar juga tengah dibangun pembangunan jalan tol yang gerbang tolnya terdapat di desa Tanjung Alai. []
source. Pemkab Kampar