ARASYNEWS.COM – Bagian barat pulau Sumatera terdapat banyak pulau-pulau kecil. Nama-namanya juga unik terdengar.
Salah satunya adalah Pulau Pamutusan. Pulau ini terletak di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung atau sekitar satu jam perjalanan dari Kota Padang.
Mencapai Pulau Pamutusan juga bisa ditempuh dengan menggunakan kapal kecil dari Pelabuhan Muara Kota Padang sekitar satu jam perjalanan laut dan juga bisa ditempuh melalui jalur darat melewati kawasan Sungai Pisang yang bisa menempuh waktu satu setengah jam dari kota Padang.

Pulau ini adalah daratan (pulau) yang sebenarnya menyatu dengan Pulau Sumatera. Namun, jika laut pasang daratan ini akan terputus dan menjadi pulau tersendiri dan mungkin inilah yang mengilhami penamaannya dengan Pamutusan.
Pulau dengan luas delapan hektar ini memiliki pasir putih serta tumbuhan pohon kelapa dan tanaman mangrove serta perbukitan yang masih hijau. Selain itu, di pulau ini adalah syurganya para pecinta snorkling karena menawarkan pemandangan alam bawah laut yang luar biasa.
Pulau ini ibarat sepotong surga yang tersembunyi di tengah Samudera Hindia yang belum banyak dijamah oleh wisatawan. Pulau ini cocok bagi wisatawan penggemar landscape atau fotografer karena banyak terdapat spot-spot cantik dengan hamparan pemandangan nan asri dan indah, walaupun ditempuh dengan sedikit tracking untuk mencapai puncak bukitnya.
Selain itu, biota ikan hias dan terumbu karang yang terdapat di dalam laut di sekitar pulau ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar snorkling. Nah, untuk melepas kepenatan setelah berwisata, terdapat sebuah cottage yang bisa disinggahi dan bersantai menikmati pemandangan alam pulau-pulau kecil yang
menghampar di depannya.
Keberadaan pulau ini baru diketahui pada tahun 2013 lalu. Dulunya, Pulau Pamutusan dikenal dengan nama Pulau Polin, karena memang Polin sendirian yang menjaga di pulau itu, tapi seiring waktu, pulau itu saat ini sudah mulai dikelola oleh masyarakat Sungai Pinang secara swadaya.
Diketahui juga, pulau ini pun dulunya hanya sebagai tempat persinggahan para penyelam ataupun pecinta olahraga air, tapi lama-kelamaan, potensinya pun terlihat dan masyarakat sudah mulai ramai mengunjunginya.

Asal usul nama pulau Pamutusan
Pulau Pamutusan memiliki cerita unik mengenai asal-usul namanya. Terletak di tengah-tengah laut dan dipisahkan oleh daratan pasir putih yang biasanya menghubungkan pulau tersebut dengan pesisir bagian selatan.
Namun, ketika air laut sedang pasang, fenomena menakjubkan terjadi, daratan pasir putih tersebut “terputus” seakan-akan membagi pulau menjadi dua bagian yang berbeda. Keunikan ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin menjelajahi keindahan alam pulau ini.
Selian pasirnya yang putih dan air lautnya yang jernih, tracking mencapai puncak bukit di pulau ini juga akan dapat memberi petualangan yang berkesan.
Dan dari puncak bukit, para traveler dapat menikmati keindahan panorama pulau dari ketinggian, dengan pemandangan yang memukau dari pulau yang terpisah seakan-akan menjadi dua bagian.
Selain keindahan alamnya, Pulau Pamutusan juga memiliki nilai sejarah yang kaya. Ada beberapa cerita dan legenda lokal yang berkaitan dengan asal-usul pulau ini. Salah satu cerita yang populer adalah tentang dua keluarga yang tinggal di dua bagian pulau yang terpisah ini.
Meskipun terpisah oleh air laut, mereka tetap menjalin hubungan yang erat dan saling mengunjungi satu sama lain.
Nama “Pulau Pamutusan” sendiri berasal dari kata dalam bahasa daerah setempat yang menggambarkan fenomena terputusnya daratan saat air laut sedang tinggi.
Nama tersebut mencerminkan keunikan pulau ini yang menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi pesona alam dan budaya yang tersembunyi di Sumatera Barat
Dengan keindahan alam yang memukau dan cerita unik tentang terputusnya daratan, Pulau Pamutusan semakin dikenal oleh para wisatawan.
Bagi para pengunjung yang mencari pengalaman wisata yang berbeda dan ingin menikmati keindahan alam yang belum tersentuh, Pulau Pamutusan menjadi destinasi yang menarik di provinsi Sumatera Barat. []