ARASYNEWS.com — Monumen kenangan “pak Asep” muncul dan terlihat dari ukiran di salah satu batu yang ada di dasar sungai. Tulisan itu menjadi viral di berbagai media sosial.
Batu bertuliskan “Asep” dengan gambar hati dan tanggal 20/8/91 muncul akibat air Sungai Kapuas di kawasan Sanggau mengering. Terlihat setelah dibersihkan oleh seseorang.
Tak disangka, tulisan yang telah berusia sekitar 35 tahun itu ternyata dibuat oleh seorang pria bernama Asep.

Tepat pada Kamis, 20 Agustus 2026, Asep bersama sang istri mendatangi lokasi untuk melihat kembali batu yang pernah ia tulis pada 20 Agustus 1991.
Momen tersebut menjadi napak tilas bagi Asep, kembali ke tempat di mana ia pernah meninggalkan sebuah tulisan sederhana 35 tahun silam yang kini kembali ditemukan dan menjadi perhatian publik.
Ditelusuri di akun Tiktok, disebutkan bahwa batu ini bukan sekadar batu biasa. Bagi warga, tulisan tersebut dikenal sebagai jejak kisah cinta Asep yang sudah puluhan tahun tertinggal di dasar Sungai Kapuas.
Puluhan tahun berlalu, jejak cinta yang ditinggalkan Asep ternyata masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Sosok bernama Asep akhirnya muncul dan mengungkap bahwa tanggal tersebut merupakan hari anniversary dirinya bersama sang istri, Nining, yang kini genap 35 tahun.
Dalam unggahannya, Asep menuliskan ucapan anniversary untuk dirinya dan Nining, lengkap dengan doa agar keduanya selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.
Kemunculan batu tersebut tepat pada 20 Agustus pun terasa seperti momen nostalgia yang tak biasa setelah ukirannya terpendam di dasar sungai selama puluhan tahun
Momen itu dan kawasan itu juga diabadikannya dengan berfoto bersama sang istri.

Surutnya Air Jadi Tempat Wisata Dadakan
Momen surutnya air sungai menjadi destinasi wisata dadakan bagi warga. Mereka berdatangan, melihat, dan menapakkan kaki di dasar sungai.
Berbagai kegiatan dilakukan, ada yang sekedar berjalan-jalan mengitari kawasan dasar sungai, ada yang memancing di beberapa lokasi yang masih tergenang, hingga ada juga yang berjualan dan memanfaatkan akses masuk sebagai retribusi.
Sementara itu, momen yang memprihatinkan terlihat tumpukan ikan yang mati akibat tidak dapat air.
Dan ada juga bagian dasar jembatan yang melintasi sungai terlihat.

Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia
Debit air sungai Kapuas di provinsi Kalimantan Barat juga mengalami penyusutan. Sungai terpanjang di Indonesia melewati berbagai kabupaten kota dan bermuara di Selat Karimata Laut Natuna Utara. Panjang Sungai ini mencapai 1.143 kilometer
Bagian hulunya melintasi Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Kubu Raya, hingga dekat Kota Pontianak.
Air sungai juga mengalami menyusutan hingga terlihat dasar sungai yang terdiri dari pasir dan bebatuan.
Sungai Barito, sungai terlebar di Indonesia
Debit air Sungai Barito di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah menyusut drastis sampai hamparan pasir di dasar mulai terlihat di tengah sungai.
Sungai terlebar di Indonesia ini memiliki panjang sekitar 1.090 kilometer, menjadikan sungai terpanjang kedua di Kalimantan setelah Sungai Kapuas. Airnya mengalir melintasi dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan hingga bermuara di laut Jawa.
Bagian hulu dari kawasan pegunungan Muller di Kalimantan Tengah. Sungai besar ini membentang melewati beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah hingga masuk ke wilayah Kalimantan Selatan serta kota Banjarmasin.
Kondisi ini bisa berdampak ke aktivitas pelayaran, terutama kapal dan tongkang besar yang selama ini mengandalkan sungai untuk distribusi logistik.
Fenomena penyusutan debit air yang serupa di sejumlah sungai Kalimantan juga jadi gambaran bagaimana musim kemarau bisa memengaruhi aktivitas ekonomi, transportasi, hingga keseharian warga sekitar.
Sementara itu banyak yang mengasumsikan berkurangnya debit air akibat deforestasi kawasan hutan yang mengubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Kabut Asap Kepung Kalimantan
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda pulau Kalimantan hingga membuat warga serta anak-anak sekolah menghirup kabut asap.
Menurut citra satelit, titik panas di pulau Kalimantan mencapai jumlah terbanyak pada Rabu (19/8/2026) hingga Jum’at (21/8/2026).
Dalam data sementara lebih dari 1.600 titik panas yang melanda wilayah Kalimantan dan ini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.
Kabut asap yang melanda Kalimantan bahkan menyerang negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darussalam.
[]