Air Zam-zam Dicampur Untuk Tamu dan Doa Meminumnya

Mencampur Air Zam-zam Untuk Tamu Apakah diperbolehkan?

ARASYNEWS.com — Ketika sudah sampai di kampung halaman kepulangan haji salah satu yang membuat jama’ah pusing biasanya soal membagikan oleh-oleh.

Oleh-oleh ini menjadi magnet bagi tamu yang datang mengunjungi jema’ah.

Beberapa diantara oleh-oleh tersebut adalah air zam-zam dan kurma.

Membagikan ini hukumnya adalah sunnah (dianjurkan), sebagai bentuk berbagi kebahagian dan menyambung tali silaturahim.

Sementara itu air zam-zam atau kurma yang terbatas jumlahnya tapi tamu yang datang banyak. Apakah boleh porsi untuk tamu di beda-bedakan?

Jawabannya adalah boleh asalkan mengutamakan asas keadilan dan keikhlasan.

Lantas jika kurang bolehkah mencampur air zam-zam dengan air biasa?

Untuk hal ini banyak ulama berpendapat diperbolehkan untuk dibagikan. Tujuannya bukan untuk mengurangi kemuliaan air zam-zam tetapi agar lebih banyak orang bisa ikut merasakan keberkahannya.

Apakah keberkahannya hilang? In syaa Allah tidak, sebagaimana setetes minyak wangi bisa mengharumkan seluruh air, demikian pula keberkahan air zam-zam tetap ada meskipun dicampurkan dengan air biasa.

Tujuan utamanya adalah untuk berbagi keberkahan. Keberkahan air zam-zam tidak hanya terletak pada airnya tetapi juga pada doa, niat yang baik, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Yang tidak diperbolehkan adalah menjualnya sebagai air zam-zam murni padahal sudah dicampur.

Doa sebelum meminum air zam-zam

Air Zam-Zam adalah air suci yang bersumber dari sumur Zam-Zam di Masjidil Haram, Mekkah. Umat Muslim meminum air ini sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah, serta dipercaya memiliki keutamaan yang luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Air Zam-Zam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”

Berdoa sebelum meminum air zam-zam sangat dianjurkan. Doa ini berasal dari riwayat sahabat Ibnu Abbas r.a.

إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’an, wa rizqan wāsi’an, wa syifā’an min kulli dā’in.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

Doa dari Syek Al Bujairimi
“Allāhumma innahū qad balaghanī ‘an nabiyyika annahū qāla, ‘mā’u zamzama li mā syuriba lah,’ wa anā asyrabuhū li sa‘ādatid duniyā wal ākhirah. Allāhumma faf‘al”

Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadis dari nabi-Mu, ia bersabda, ‘Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya, an aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah.”

Bacaan doa lainnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa shifa’an min kulli da’in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin.”

Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku bermohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan penawar bagi segala penyakit; Dengan Rahmat Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Adab meminum air zam-zam

-Minum dengan posisi duduk.
-Menggunakan tangan kanan
-Berniat. Ucapkan niat dan hajat sebelum meminum, karena Rasulullah SAW bersabda bahwa khasiat air zam-zam tergantung niat orang yang meminumnya.
-Menghadap Kiblat. Disunahkan untuk menghadap ke arah kiblat saat minum.
-Baca Basmalah. Awali dengan membaca Bismillāh.
-Minum 3 Tegukan. Minum secara perlahan dalam tiga kali tegukan, bernapaslah di luar gelas, dan ucapkan Alhamdulillah pada setiap jeda sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Minum air Zam-Zam dipercaya dapat memberikan keberkahan, menyembuhkan penyakit, menguatkan tubuh, dan memenuhi hajat jika diminum dengan niat yang tulus. Air ini juga memiliki kandungan mineral tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tata cara menyuguhkan

Ada beberapa panduan praktis untuk menyuguhkan air Zam-zam di rumah:

  1. Gunakan Gelas Khusus (Cucing)
    Gunakan gelas kecil khas Arab yang sering disebut gelas cucing. Gelas ini berukuran mungil (sekitar 30-50 ml) yang memang diperuntukkan untuk jamuan air Zam-zam, agar tamu bisa meminumnya dalam sekali atau dua kali teguk dengan khidmat.
  2. Berikan Bersama Camilan Khas
    Sajikan air Zam-zam ditemani dengan camilan khas Tanah Suci untuk menciptakan suasana yang autentik. Suguhan yang paling umum mendampingi Zam-zam antara lain: kurma (seperti Ajwa atau Sukari), kacang Arab, atau kismis.

Wallahu alam bish shawab

[]

Next Post

No more post

You May Also Like