Jejak Perjalanan Ibadah Haji Zaman Dahulu

ARASYNEWS.com — Perjalanan haji dari Indonesia khususnya dari Riau pada zaman dahulu melalui perjalanan panjang dan menantang. Jema’ah berangkat dari Riau mengandalkan kapal laut dan memakan waktu berbulan-bulan hingga lebih dari setahun.

Jema’ah calon haji harus berlayar dari pelabuhan transit terdekat, seperti Singapura atau Tanjung Priok kemudian menuju Jeddah, dan melanjutkan perjalanan darat dengan unta yang penuh risiko.

Sebelum abad ke-20, sekitar sebelum tahun 1960, jema’ah juga ada yang menggunakan kapal niaga atau kapal layar yang singgah di pelabuhan Selat Malaka, seperti Singapura atau Penang. Dari sana, mereka menaiki kapal uap yang memakan waktu berlayar sekitar 1 hingga 2 bulan menuju Arab Saudi.

Setibanya di pelabuhan Jeddah, rombongan akan singgah di kawasan transit Al-Balad. Perjalanan menuju Tanah Suci dilanjutkan jalur darat menggunakan unta, di mana perjalanan menuju Makkah dan Madinah bisa memakan waktu berminggu-minggu dengan berbagai macam risiko seperti penyakit, perompak, hingga cuaca ekstrem.

Memasuki pertengahan abad ke-20 (seperti era 1960-an), jema’ah haji asal Riau diberangkatkan dari pelabuhan Dumai. Mereka menggunakan kapal-kapal khusus haji, seperti Kapal Ambulombo, yang menyeberangi lautan selama berminggu-minggu

Karena lamanya waktu perjalanan pulang-pergi yang bisa memakan waktu hingga setengah tahun. Jema’ah zaman dahulu harus membawa perbekalan makanan kering, pakaian, dan perlengkapan lainnya untuk bertahan hidup.

Selain itu, dalam catatan sejarah yang dikutip dari kementerian haji, pada sebelum 1979, pemberangkatan jema’ah haji dari Indonesia ke Arab Saudi menggunakan dua pilihan moda transportasi, yaitu jalur laut dan udara.

Pengangkutan jema’ah calon haji menggunakan transportasi udara dimulai sejak 1952. Dan ini hanya bagi orang-orang tertentu saja. Sementara, penggunaan kapal laut sudah berlangsung sejak dulu hingga terakhir pada 1979.

Banyak kisah dari perjalanan haji menggunakan kapal laut. Dan di Indonesia, ada beberapa kapal laut yang melayani perjalanan haji. Satu di antaranya adalah Kapal Ambulombo.

Kapal Ambulombo dalam rutenya, diberangkatkan dari tiga pelabuhan di Indonesia, yakni Surabaya, Tanjung Priok (Jakarta), dan Padang.

Kapal ini mengangkut sekitar ratusan orang jema’ah calon haji, dengan lama perjalanan sekitar satu bulan untuk berangkat.

Selain itu, ada juga kapal Tjut Nyak Dien yang bertolak dari Jakarta dengan mengangkut ratusan jema’ah kemudian singgah di Padang untuk mengangkut ratusan jema’ah calon haji lainnya.

Ada lagi kapal lainnya, yakni kapal MH Thamrin yang berangkat dari Surabaya dengan mengangkut ratusan orang. Kemudian, kapal ini singgah di Palembang untuk mengangkut jema’ah calon haji lainnya. Rute selanjutnya kapal ini adalah Dumai (Riau) dan mengangkut ratusan orang jema’ah calon haji dari Riau. Dan selanjutnya kapal berangkat menuju Jeddah.

Bukan hanya berangkat saja, tapi kepulangan jema’ah haji juga membutuhkan waktu yang panjang.

Berbeda dengan zaman sekarang ini yang keberangkatan dan kepulangan jema’ah haji hanya membutuhkan waktu 8-11 jam perjalanan via transportasi udara.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like