Proses Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono Dihentikan

ARASYNEWS.COM – Gunung Dukono 1335 mdpl di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) erupsi pada Jum’at (8/5/2026) pagi sekitar pukul 07:40 WIT.

Gunung api tersebut mengalami erupsi hebat dengan tinggi kolom abu mencapai 10.000 meter dari atas puncak.

Saat kejadian, ada 20 pendaki terdampak bencana tersebut. Mereka saat itu berada di puncak melakukan evakuasi yang dibimbing oleh pemandu. Sementara itu, ada tiga orang yang terjebak.

Mereka yang terjebak dikabarkan meninggal dunia. Mereka adalah Angel merupakan warga negara Indonesia (WNI), dan dua orang lagi yang merupakan warga negara Singapore yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).

Proses pencarian dan evakuasi mereka yang terjebak pun dilakukan segera, meski terkendala cuaca hujan dan erupsi yang masih terus terjadi.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad dua warga negara Singapura yang dalam kondisi meninggal dunia. Ditemukan pada Ahad (10/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIT. Sebelumnya, tim SAR gabungan juga sudah menemukan jasad Enjel, pendaki asal Indonesia pada Sabtu (9/5).

“Dengan ini, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” kata kepala kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, Ahad (10/5).

“Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih,” lanjut keterangannya.

Kakansar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pangdam XV Pattimura, Danrem 152 Babullah, Kapolres Halut, Kalak BPBD Halut dan Instansi terkait lainnya yang sudah membantu dan memberikan dukungan penuh selama Operasi SAR berlangsung sehingga seluruh korban dapat ditemukan.

Adapun unsur tim gabungan yang terlibat dalam pencarian yakni Basarnas, Kodam XV Patimura, Korem 152 Babullah, Kodim 1508 Tobelo, Kompi 732 Banau Halut, Polres Tobelo, Brimob Polda Malut, BPBD Halut, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PVMBG, Dinkes Halut, Imigrasi Halut, ERT PT NHM, PMI, Wanadri, Pecinta Alam dan masyarakat desa setempat serta unsur lainnya.

Proses Evakuasi Korban

Tim SAR gabungan menemukan 2 korban WNA yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dukono pada Jum’at kemarin karena erupsi terjadi.

Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT, pada koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E sekitar 13 meter arah Utara dari Signal Distress pertama kali di tangkap oleh BCC Basarnas. Dimana kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani menjelaskan bahwa dua WNA tersebut ditemukan dengan terhimpit batu besar posisi saling berpelukan kondisi tubuh sudah tidak utuh.

Tim Gabungan lalu mengevakuasi body pack dari bibir Gunung untuk di turunkan. Kantong jenazah yang berisi body pack ke dua warga negara asing kemudian di bawa menuju posko induk di Desa Mamuya, dan tiba pukul 17.43 WIT.

Iwan menambahkan, walaupun pun kondisi cuaca hujan dan sangat ber resiko di lapangan tetapi Tim SAR Gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga jenazah korban dapat di evakuasi lalu dibawa ke RSUD Tobelo guna keperluan autopsi.

[]

You May Also Like