Jalur-jalur Ekstrem yang Menguji Andrenalin di Sumatera Barat

ARASYNEWS.COM – Provinsi yang berada di wilayah Barat pulau Sumatera ini terkenal dengan daerah yang ikonik dengan jalur-jalurnya yang menantang dan menguji andrenalin.

Ada banyak jalur pendakian-turunan yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya. Jalur ini bahkan ada yang memiliki kemiringan hampir 45 derajat. Meski begitu, jalur-jalur ini kerap dilalui banyak kendaraan.

Sejak dahulu hingga kini, mungkin sudah ribuan memakan korban akibat lakalantas.

Berikut ini beberapa jalur ekstrem yang ada di Sumatera Barat yang kerap dilalui dan juga memakan korban.

  1. Sitinjau Lauik,

Jalur ini menghubungkan kota Padang – Solok. Melintasi kawasan hutan lindung sepanjang 15 kilometer. Jalur berkelok-kelok ini melintasi daerah perbukitan dan bahkan dengan tingkat kemiringan yang mencapai 45 derajat.

Jalur Sitinjau Lauik sangat berbahaya, terutama bagi kendaraan besar yang sulit berpapasan di tikungan tersebut.

Dinamakan Sitinjau Lauik karena di beberapa titik, pengendara bisa melihat pemandangan laut di pantai barat Padang.

Tepi jalur ini bukit yang rawan longsor dan juga jurang yang dengan kedalaman lebih dari 15 meter.

Sangat menantang jika melintasi jalur ini saat hujan turun. Dan jika kesulitan, maka penjaga di jalur ini siap memberikan bantuan.

  1. Silaiang Kariang di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai

Jalur ini cukup panjang, mulai dari Silaiang Bawah, Silaiang Kariang, hingga ke Silaiang Atas.

Silaiang menjadi penghubung antara Kota Padang dan Bukittinggi dengan kondisi perbukitan dan tebing curam.

Tikungan pada jalur ini menuntut kehati-hatian dan ketelitian ekstra pengemudi. Tapi melintasi jalur ini sangat terasa berkesan karena pemandangan alamnya yang memukau.

Silaiang tetap jadi jalur berbahaya karena sering terjadi kecelakaan, mulai dari truk yang mengalami rem blong, kendaraan masuk jurang, hingga longsor. Tanjakan yang cukup curam dan licin juga menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan di jalur ini.

  1. Kelok 44 di Agam

Kelok 44 berada di Kabupaten Agam, di atas Danau Maninjau. Jalan ini terdiri dari 44 tikungan patah dengan kemiringan 45-60 derajat. Setiap tikungan diberi nomor berurutan, membuat jalan ini terkenal sebagai jalan paling ekstrem di Sumbar. Keindahan Panorama Danau Maninjau di sepanjang jalan sering membuat para pengendara terlena.

Jalur ini hanya cukup untuk dua truk kecil berselisih. Dan jalur ini tidak disarankan untuk bus panjang ataupun truk kontener, karena tikungannya yang tidak memungkinkan.

  1. Kelok Sembilan di Limapuluh Kota

Kelok Sembilan adalah jalan berkelok yang membentang sepanjang 600 meter di antara dua bukit dan cagar alam. Berlokasi di Jorong Ulu Air, kecamatan Harau kabupaten Limapuluh Kota. Jalur ini merupakan jalan penghubung Sumatera Barat – Riau.

Kelok Sembilan memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter yang berbatasan dengan jurang, membuat jalur ini menjadi salah satu jalan paling ekstrem di Sumbar. Sebelum adanya flyover, kecelakaan sering terjadi di jalur ini, terutama saat arus mudik atau libur panjang.

Jalur ini yang menjadi tantangan utamanya adalah dengan tikungan ekstrem dan rawan longsor.

  1. Kelok 17

Jalur ini berada di kawasan kabupaten Limapuluh Kota, menghubungkan Sumatera Barat – Riau. Dikenal kelok 17 karena panjangnya yang 17 kilometer berliku-liku di perbukitan dalam kawasan Bukit Barisan pulau Sumatera.

Jalur ini juga ekstrem karena tikungannya dan tingkat kemiringannya.

Melintasi jalur ini perlu ketelitian dan kehati-hatian karena berada diantara bukit tebing yang rawan longsor serta jurang.

  1. Jalur di Kawasan Mandeh kabupaten Pesisir Selatan

Jalan alternatif Mandeh menjadi pintu masuk menuju objek wisata Mandeh dan Puncak Mandeh. Jalur alternatif ini menghubungkan kota Padang – Painan.

Meski berliku-liku dengan pendakian dan turunan yang panjang, jalur ini menyuguhkan pemandangan keindahan alam berupa laut dengan pulau-pulau serta angin pantai.

  1. Tanjakan Muara Labuh

Sebagai bagian dari jalur Lintas Sumatera, tanjakan Muara Labuh menjadi tantangan ekstrem. Jalur ini menghubungkan Padang atau Solok ke Muara Labuh di kabupaten Solok Selatan.

Dengan gradien yang signifikan, kendaraan harus mengatasi kemiringan curam sambil menavigasi tikungan yang menuntut keterampilan pengemudi yang tinggi.

  1. Kuburan Duo Rimbo Panti

Jalur ini terletak di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Bersebelahan langsung dengan jurang di satu sisinya membuat kelok ini dikenal sangat ekstrem.

Dinamakan Kuburan Duo Rimbo Panti lantaran dulu, ada dua orang yang meninggal berkelahi di area ini dan dikuburkan dalam satu kuburan yang sama, menambah kesan angker dari jalur ini.

Petualangan melintasi tanjakan ekstrem di Sumatera Barat bukan hanya tentang tantangan berkendara, tetapi juga tentang keindahan alam yang memukau.

[]

You May Also Like