Anak Harimau yang Masuk Perangkap Warga di Pelalawan, Berkemungkinan Induknya Masih Berkeliaran

ARASYNEWS.COM, PELALAWAN – Seekor anak Harimau Sumatera masuk dalam perangkap milik warga. Kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau. Ini terjadi di desa Pulau Muda kabupaten Pelalawan, Riau.

“Untuk anak harimau tersebut sudah diserahkan kepada pihak BKSDA,” kata Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, pada Kamis(12/3/2026) dalam keterangannya yang dikutip.

“Dibawa ke Pekanbaru untuk dilakukan observasi dan pemeriksaan medis sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata John Louis.

Dijelaskannya, satwa tersebut masuk ke pemukiman warga pada Senin (9/3) malam, dan kemudian memangsa seekor kambing milik warga bernama Hamzah. Karena faktor keamanan di malam hari, pemilik ternak baru berani mengecek kondisi keesokan paginya dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi bagian paha dan perut telah dimangsa.

“Lokasinya hanya berjarak sekitar 30 meter dari dapur rumah,” jelasnya.

Menindaklanjuti hal ini, Hamzah bersama tokoh masyarakat dan tim HSE dari PT Arara Abadi memasang perangkap besi dengan menggunakan sisa bangkai kambing sebagai umpan guna menghindari konflik yang lebih luas antara manusia dan satwa.

Berselang beberapa jam setelah perangkap dipasang, suara gaduh dari arah jebakan terdengar. Saat dicek, seekor anak Harimau Sumatera telah berada di dalam perangkap tersebut.

Temuan ini segera dilaporkan kepada Kepala Desa Pulau Muda dan diteruskan ke Polsek Teluk Meranti dan BBKSDA Riau.

Polres Pelalawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat keberadaan anak harimau biasanya menandakan induknya masih berada di sekitar wilayah tersebut

Keterangan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau

BBKSDA Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sebelumnya dilaporkan beberapa kali memangsa ternak warga di wilayah Tanjung Pulai.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin mengatakan bahwa kemunculan satwa dilindungi tersebut telah terpantau sejak beberapa waktu terakhir di sekitar permukiman masyarakat.

Pada Rabu (25/2/2026), seekor Harimau Sumatera dilaporkan memburu kambing milik warga hingga mendekati teras rumah masyarakat di wilayah Tanjung Pulai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan upaya mitigasi konflik dengan memasang kandang jebak (box trap) namun Sampai dengan tanggal 3 Maret 2026 satwa belum berhasil diamankan.

Peristiwa kembali terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, ketika seekor Harimau Sumatera memangsa kambing milik warga yang berada di dalam kandang. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari Simpang Tiga jalan menuju Desa Pulau Muda, yang dalam beberapa bulan terakhir kerap dilaporkan sebagai titik kemunculan satwa tersebut.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Selasa (10/3/2025) sekitar pukul 11.00 WIB tim bersama masyarakat kembali melakukan pemasangan kandang jebak di lokasi kejadian dengan memanfaatkan sisa ternak yang dimangsa sebagai umpan.
Dan pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, saat tim melakukan monitoring, Harimau Sumatera tersebut terpantau telah masuk ke dalam kandang jebak sehingga berhasil diamankan.
Selanjutnya pada Rabu (11/3/2026) tim melakukan proses evakuasi dengan memindahkan satwa dari kandang jebak ke kandang angkut melalui prosedur pembiusan oleh tim dokter hewan dari BBKSDA Riau.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal (screening), satwa tersebut diketahui merupakan anak Harimau Sumatera berjenis kelamin betina dengan perkiraan umur kurang dari 1 tahun. Kondisi kesehatan secara umum baik, tidak ditemukan luka pada tubuhnya serta menunjukkan perilaku yang normal, namun secara fisik satwa terlihat memiliki kondisi tubuh yang relatif kurus.

Selanjutnya, dalam rangka pemantauan dan perbaikan kesehatan harimau tersebut saat ini ditempatkan di pusat penyelamatan satwa yayasan Arsari Djojohadikusumo dan selanjutnya setelah melalui proses ini BBKSDA Riau akan mempertimbangkan untuk melakukan rilis sebagai langkah terbaik bagi keberlangsungan hidup satwa tersebut di habitatnya

“Kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak ditingkat lapangan baik TNI polri pihak pbph dan masyarakat dalam upaya mitigasi interaksi negatif satwa harimau sumatera tersebut,” kata Ujang.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun satwa liar yang dilindungi.
Jika ada masyarakat menemukan tanda-tanda keberadaan harimau sumatera di sekitar pemukiman diharapkan segera melaporkan kepada petugas dan dapat menghubungi call center bbksda Riau agar dapat segera dilakukan langkah penanganan yang tepat,” tutup Ujang

[]

Sc. BBKSDA Riau

You May Also Like