ARASYNEWS.COM – 2 kapal tanker Pertamina terjebak di Teluk Persia. Sementara itu pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM berupaya lakukan diplomasi.
Dua kapal itu mengangkut crude oil dari Timur Tengah yang selama ini menyumbang sekitar 25% dari total impor minyak mentah Indonesia.
Kondisi ini membuat pemerintah mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika bisa jadi pemicu kelangkaan BBM di tanah air.
Pemerintah, kata Bahlil, tengah mengupayakan pembukaan jalur pelayaran bagi dua kapal yang tertahan tersebut.
Upaya dilakukan dengan jalur diplomasi menyusul terjebaknya dua kapal tanker minyak milik Pertamina di kawasan konflik Iran–Amerika Serikat (AS).
Jalur diplomasi kini ditempuh agar kapal yang membawa minyak mentah dari Timur Tengah itu dapat segera keluar dari wilayah Teluk Persia.
Bahlil juga mengungkapkan stok BBM Indonesia saat ini hanya cukup untuk sekitar 21 hari. Angka ini jauh di bawah standar internasional yang idealnya mencapai 90 hari.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi penguatan ketahanan energi nasional.
“Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah, teman-teman saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude BBM LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” jelas Bahlil, dikutip Selasa (3/3).
Ia kemudian menjelaskan, standar minimum nasional adalah 21 hari, dan saat ini stok BBM maupun LPG di atas 21 hari tersebut.
Meski demikian, ia juga menyatakan rencana pemerintah untuk membangun penyimpanan atau storage yang kapasitasnya dapat lebih dari 25 hari.
“Dan memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Enggak lebih dari itu. Makanya, sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan. Karena itu standar internasional,” kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menjelaskan, hingga hari ini belum ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Lebih lanjut, disampaikan Bahlil, pemerintah berencana menyiapkan skenario dengan mengalihkan sebagian impor crude dari Timur Tengah ke Amerika Serikat demi kepastian pasokan energi.

Dilain sisi, Pelaksana tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menyebutkan, terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah.
“Kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, kapal PIS Rinjani yang sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE, serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge di Oman,” terang Vega Pita.
“Dua kapal masih berada di dalam area Teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management,” jelasnya.
[]